Alo dokter!Saat ini terdapat sebuah artikel yang belum dipublikasikan dan belum melalui proses peer-review tetapi sudah dibicarakan oleh banyak media....
Apakah Vaksin Influenza Bersifat Protektif terhadap Gejala COVID-19 yang Parah? - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Apakah Vaksin Influenza Bersifat Protektif terhadap Gejala COVID-19 yang Parah?

Alo dokter!
Saat ini terdapat sebuah artikel yang belum dipublikasikan dan belum melalui proses peer-review tetapi sudah dibicarakan oleh banyak media. Artikel ini menyatakan bahwa vaksin influenza bersifat protektif terhadap gejala COVID-19 yang parah. Berikut artikelnya:
https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.06.29.20142505v1
Apakah pernyataan tersebut benar, dok? Mohon masukan dari TS sekalian.

Selamat siang dr. Reynaldi,
terima kasih atas postingannya dok. Menarik topiknya ya. Tapi menurut saya, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk membuktikan klaim tersebut dok. Mungkin rekan-rekan sejawat lain ada yang punya pendapat?

Alo dr. Reynaldi,
Artikel tersebut berasal dari sebuah studi observasional pasien COVID-19 di Brazil. Namun, demografi grup yang digunakan cukup berbeda. Ada kemungkinan bahwa vaksin influenza dalam hal ini hanya merupakan marker faktor lain yang mengurangi risiko pasien mengalami gejala COVID-19 yang parah, contohnya status sosioekonomi yang lebih tinggi, pasien dengan komorbiditas yang lebih rendah, pasien dengan akses pelayanan kesehatan yang lebih baik, dan pasien yang sadar/aktif mencari tindakan preventif.
Sepertinya masih sulit untuk menarik kesimpulan dari artikel tersebut. Saat ini, bila berdasarkan artikel tersebut, mungkin ada hubungan antara vaksin influenza dan COVID-19 yang kurang parah, tetapi studi lebih lanjut masih dibutuhkan. Artikel ini merupakan contoh dari prinsip statistik “correlation does not equal causation”
Berikut artikelnya:
https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.06.29.20142505v1