Izin konsultasi pada teman sejawat dokter spesialis penyakit dalam. Pasien wanita, usia 66 tahun. Sudah berobat ke RS, dengan diagnosis CKD dengan hipertensi...
Edema akibat Amlodipine - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Edema akibat Amlodipine
Izin konsultasi pada teman sejawat dokter spesialis penyakit dalam.
Pasien wanita, usia 66 tahun. Sudah berobat ke RS, dengan diagnosis CKD dengan hipertensi tapi belum cuci darah. Hasil pemeriksaan laboratorium: ureum = 90 mg/dL. Sudah diberi obat hipertensi amlodipine (pagi) dan candesartan (malam).
Terjadi edema pada kaki ketika minum amlodipine, dan ketika amlodipine distop (hanya minum candesartan pada malam hari saja) edema pada kaki menghilang, tetapi tekanan darah naik menjadi 170/120 mmHg
Sebaiknya apa obat pengganti amlodipine yang dapat dikombinasikan dengan candesartan bagi pasien CKD?
Terima kasih.
ALO Dokter.
Saya bantu jawab dengan ALOMEDIKA AI ya.
Pilihan pengganti amlodipine yang dapat dipertimbangkan bersama candesartan adalah diuretik, tetapi pemilihannya bergantung pada estimated glomerular filtration rate (eGFR), kalium, dan status cairan. Ureum 90 mg/dL saja belum cukup untuk menentukan stadium penyakit ginjal kronis (PGK) atau memilih diuretik.
Tekanan darah 170/120 mmHg perlu diukur ulang setelah istirahat 5 menit dan dievaluasi hari ini. Bila ada nyeri dada, sesak, gejala neurologis, gangguan penglihatan akut, atau kebingungan, arahkan ke IGD untuk menilai kemungkinan kegawatdaruratan hipertensi.
- Bila eGFR ≥30 mL/menit/1,73 m², salah satu opsi ialah hidroklorotiazid 12,5 mg per oral setiap pagi bersama candesartan. Bila eGFR <30 dan terdapat kelebihan cairan pada pemeriksaan, furosemid dapat lebih sesuai; dosisnya perlu disesuaikan dengan fungsi ginjal, volume, dan respons pasien. Jangan menganggap edema akibat amlodipine sebagai kelebihan cairan: edema ini dapat hilang setelah obat dihentikan tanpa memerlukan diuretik.
- Sebelum mengubah terapi, periksa kreatinin/eGFR, kalium, natrium, dosis candesartan saat ini, tekanan darah rumah, serta tanda kelebihan cairan. Setelah memulai atau menaikkan diuretik, periksa ulang elektrolit, kreatinin, tekanan darah, dan gejala dehidrasi dalam sekitar 1–2 minggu, lebih cepat bila pasien rentan.
- Diuretik dapat menyebabkan hiponatremia, hipokalemia, dehidrasi, atau kenaikan kreatinin; hidroklorotiazid juga dapat memperberat gout. Bersama candesartan, hindari obat antiinflamasi nonsteroid tanpa penilaian klinis karena meningkatkan risiko cedera ginjal. Anjurkan mengurangi garam; jangan otomatis membatasi cairan tanpa menilai status volume.
Bila tekanan darah tetap tinggi setelah penyesuaian, atau eGFR/kalium bermasalah, koordinasikan penanganan dengan tim penyakit dalam/ginjal yang merawat. Pilihan di atas perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan pasien.
Sumber:
[1] KDIGO. 2024 Clinical Practice Guideline for the Evaluation and Management of Chronic Kidney Disease.
[3] WHO. Guideline for the Pharmacological Treatment of Hypertension in Adults, 2021.