Alo dokter. Izin diskusi. Saat saya jaga di ICU, saya mendapat kiriman pasien dari IGD dengan aritmia. Hasil lab menunjukkan K 7,9.Pasien saya berikan Inj Ca...
Koreksi Hiperkalemia - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Koreksi Hiperkalemia
Alo dokter. Izin diskusi.
Saat saya jaga di ICU, saya mendapat kiriman pasien dari IGD dengan aritmia. Hasil lab menunjukkan K 7,9.
Pasien saya berikan Inj Ca Gluconas 10% 10 cc bolus dalam 2 menit, dan SP Novorapid 10 IU dalam 50 cc NS karena GDS pasien saat itu 350.
Pasien kemudian saya konsultasikan dan dari dokter Sp.PD diberikan advis koreksi kalium 3 siklus. Siklus yg dimaksud ini apakah Ca Gluconas dan SP Insulin rapid acting kembali atau bagaimana ya dok? Kemudian jarak tiap siklus berapa lama? Apakah tiap 4-8 jam sesuai dengan waktu kerja insulin?
Terima kasih dokter sekalian
ALO Dokter!
Manajemen hiperkalemia terdiri dari 3 fase: 1. Stabilisasi Jantung, 2. Pergeseran Intraseluler, dan 3. Pembuangan Kalium dari tubuh (terapi definitif melalui dialisis).
Selama fase stabilisasi sementara dan pergeseran intraseluler, diperlukan pemantauan EKG kontinu serta monitoring rutin kadar kalium dan glukosa darah, sembari merencanakan terapi definitif dengan dialisis.
1. Stabilisasi Jantung: Kalsium Glukonat
Kalsium tidak menurunkan kadar kalium. Sebaliknya, kalsium bertindak sebagai "penawar" terhadap efek listrik hiperkalemia pada jantung.
-
Peran: Menstabilkan membran sel miokard dengan menetralkan efek kalium, sehingga mengurangi risiko aritmia seperti fibrilasi ventrikel.
-
Dosis: 1.000 mg (10 mL larutan 10%) diberikan secara intravena (IV) selama 5–10 menit.
-
Durasi: Efek dimulai dalam 1–3 menit tetapi hanya bertahan sekitar 30–60 menit. Pasien harus dipantau dengan EKG kontinu. Dosis dapat diulang setiap 5–10 menit hingga perubahan EKG hilang.
-
Catatan: Kalsium Klorida adalah alternatif lain, namun lebih kaustik (iritasi) terhadap vena perifer; Kalsium Glukonat umumnya lebih dipilih untuk akses IV perifer.
2. Pergeseran Intraseluler: Insulin (dan Glukosa)
Setelah jantung aman, tujuannya adalah "menyembunyikan" kalium ke dalam sel tubuh untuk menurunkan konsentrasi serum.
-
Peran: Insulin merangsang pompa Na-K ATPase yang secara aktif memindahkan kalium dari cairan ekstraseluler ke dalam ruang intraseluler.
-
Dosis: 10 unit insulin reguler (bolus IV).
-
Pencegahan Hipoglikemia: Disertai pemberian 25–50g Dekstrosa (biasanya 50 mL D50%), kecuali jika kadar gula darah (GDS) sudah tinggi (cukup dipantau).
-
Efek: Kalium biasanya turun dalam 20–30 menit, dengan efek puncak pada 60 menit. Bertahan 4–8 jam.
-
Peringatan: Selalu pantau kadar glukosa darah setiap jam setelah pemberian, karena hipoglikemia yang tertunda sering terjadi.
Alternatif: Salbutamol Bertindak sebagai "penggeser" sekunder. Sering digunakan sebagai tambahan bagi terapi insulin.
-
Dosis: Dosis untuk hiperkalemia jauh lebih tinggi (4-8 kali lipat) dibanding dosis asma. Standar: 10–20 mg melalui nebulisasi selama 10–15 menit.
-
Sinergi: Penggunaan bersama Insulin + Salbutamol memberikan efek aditif yang lebih kuat.
-
Pertimbangan: Dapat menyebabkan takikardia hebat. Hati-hati pada pasien iskemia miokard aktif. Sekitar 20% pasien gagal ginjal kronis (ESRD) resisten terhadap efek ini, sehingga salbutamol tidak boleh menjadi terapi tunggal pada kondisi kritis.
3. Pembuangan Kalium: Resin Penukar & Dialisis
Pergeseran intraseluler hanyalah solusi sementara. Untuk pengobatan sejati, kalium berlebih harus dikeluarkan secara fisik dari tubuh.
Resin Penukar Kation (Contoh: Kayexalate/SPS, Patiromer, SZC)
-
Mekanisme: Bekerja di saluran cerna dengan menukar ion (seperti natrium atau kalsium) dengan kalium, yang kemudian dibuang melalui feses.
-
Kelemahan: Bekerja lambat (jam hingga hari) dan kontroversial dalam kondisi darurat karena risiko nekrosis usus (pada SPS) dan onset yang lama.
Hemodialisis
-
Peran: "Gold standard" untuk pembuangan kalium. Cara tercepat dan paling definitif untuk membersihkan kalium dari darah.
-
Indikasi: Untuk pasien hiperkalemia berat, gagal ginjal, atau pasien bergejala yang tidak merespons terapi farmakologis.
-
Efek: Dapat menurunkan kalium serum sebesar 1,0–1,5 mmol/L setiap jam pengobatan.
Semoga membantu, Dok!