Koreksi Hiperkalemia - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter. Izin diskusi. Saat saya jaga di ICU, saya mendapat kiriman pasien dari IGD dengan aritmia. Hasil lab menunjukkan K 7,9.Pasien saya berikan Inj Ca...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Koreksi Hiperkalemia

    Dibalas 12 Mei 2026, 12:04
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter. Izin diskusi.

    Saat saya jaga di ICU, saya mendapat kiriman pasien dari IGD dengan aritmia. Hasil lab menunjukkan K 7,9.

    Pasien saya berikan Inj Ca Gluconas 10% 10 cc bolus dalam 2 menit, dan SP Novorapid 10 IU dalam 50 cc NS karena GDS pasien saat itu 350.

    Pasien kemudian saya konsultasikan dan dari dokter Sp.PD diberikan advis koreksi kalium 3 siklus. Siklus yg dimaksud ini apakah Ca Gluconas dan SP Insulin rapid acting kembali atau bagaimana ya dok? Kemudian jarak tiap siklus berapa lama? Apakah tiap 4-8 jam sesuai dengan waktu kerja insulin?

    Terima kasih dokter sekalian

04 Mei 2026, 11:21

ALO Dokter!

Manajemen hiperkalemia terdiri dari 3 fase: 1. Stabilisasi Jantung, 2. Pergeseran Intraseluler, dan 3. Pembuangan Kalium dari tubuh (terapi definitif melalui dialisis).

Selama fase stabilisasi sementara dan pergeseran intraseluler, diperlukan pemantauan EKG kontinu serta monitoring rutin kadar kalium dan glukosa darah, sembari merencanakan terapi definitif dengan dialisis.

1. Stabilisasi Jantung: Kalsium Glukonat

Kalsium tidak menurunkan kadar kalium. Sebaliknya, kalsium bertindak sebagai "penawar" terhadap efek listrik hiperkalemia pada jantung.

  • Peran: Menstabilkan membran sel miokard dengan menetralkan efek kalium, sehingga mengurangi risiko aritmia seperti fibrilasi ventrikel.

  • Dosis: 1.000 mg (10 mL larutan 10%) diberikan secara intravena (IV) selama 5–10 menit.

  • Durasi: Efek dimulai dalam 1–3 menit tetapi hanya bertahan sekitar 30–60 menit. Pasien harus dipantau dengan EKG kontinu. Dosis dapat diulang setiap 5–10 menit hingga perubahan EKG hilang.

  • Catatan: Kalsium Klorida adalah alternatif lain, namun lebih kaustik (iritasi) terhadap vena perifer; Kalsium Glukonat umumnya lebih dipilih untuk akses IV perifer.

2. Pergeseran Intraseluler: Insulin (dan Glukosa)

Setelah jantung aman, tujuannya adalah "menyembunyikan" kalium ke dalam sel tubuh untuk menurunkan konsentrasi serum.

  • Peran: Insulin merangsang pompa Na-K ATPase yang secara aktif memindahkan kalium dari cairan ekstraseluler ke dalam ruang intraseluler.

  • Dosis: 10 unit insulin reguler (bolus IV).

  • Pencegahan Hipoglikemia: Disertai pemberian 25–50g Dekstrosa (biasanya 50 mL D50%), kecuali jika kadar gula darah (GDS) sudah tinggi (cukup dipantau).

  • Efek: Kalium biasanya turun dalam 20–30 menit, dengan efek puncak pada 60 menit. Bertahan 4–8 jam.

  • Peringatan: Selalu pantau kadar glukosa darah setiap jam setelah pemberian, karena hipoglikemia yang tertunda sering terjadi.

Alternatif: Salbutamol Bertindak sebagai "penggeser" sekunder. Sering digunakan sebagai tambahan bagi terapi insulin.

  • Dosis: Dosis untuk hiperkalemia jauh lebih tinggi (4-8 kali lipat) dibanding dosis asma. Standar: 10–20 mg melalui nebulisasi selama 10–15 menit.

  • Sinergi: Penggunaan bersama Insulin + Salbutamol memberikan efek aditif yang lebih kuat.

  • Pertimbangan: Dapat menyebabkan takikardia hebat. Hati-hati pada pasien iskemia miokard aktif. Sekitar 20% pasien gagal ginjal kronis (ESRD) resisten terhadap efek ini, sehingga salbutamol tidak boleh menjadi terapi tunggal pada kondisi kritis.

3. Pembuangan Kalium: Resin Penukar & Dialisis

Pergeseran intraseluler hanyalah solusi sementara. Untuk pengobatan sejati, kalium berlebih harus dikeluarkan secara fisik dari tubuh.

Resin Penukar Kation (Contoh: Kayexalate/SPS, Patiromer, SZC)

  • Mekanisme: Bekerja di saluran cerna dengan menukar ion (seperti natrium atau kalsium) dengan kalium, yang kemudian dibuang melalui feses.

  • Kelemahan: Bekerja lambat (jam hingga hari) dan kontroversial dalam kondisi darurat karena risiko nekrosis usus (pada SPS) dan onset yang lama.

Hemodialisis

  • Peran: "Gold standard" untuk pembuangan kalium. Cara tercepat dan paling definitif untuk membersihkan kalium dari darah.

  • Indikasi: Untuk pasien hiperkalemia berat, gagal ginjal, atau pasien bergejala yang tidak merespons terapi farmakologis.

  • Efek: Dapat menurunkan kalium serum sebesar 1,0–1,5 mmol/L setiap jam pengobatan.

Semoga membantu, Dok!

10 Mei 2026, 11:40
dr. Bimo Kusumo Bhirowo, Sp. An
dr. Bimo Kusumo Bhirowo, Sp. An
Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif
Alo dokter, lama tidak buka alomedika, ternyata masih aktif diskusinya.Dokter, ada baiknya dokter memberikan usulan apakah perlu tidaknya Hemodialisa pada pasien tersebut, atau mungkin paling tidak penggunaan loop diuretik. Koreksi yang dokter sebutkan di atas memang sangat umuk digunakan dan benar secara teori, tetapi perlu diingat bahwa penurunan kalium tersebut seringkali bersifat sementara karena kalium sesungguhnya tidak dibuang dari dalam tubuh, tetapi hanya dipindahkan kompartemen saja. Pada pasien hiperkalemia yang memang penyebabnya karena tinggi nya total kalium dalam tubuh, terapi definitifnya haruslah dikurangi jumlah kaliumnya dengan cara dibuang. Apalagi dengan kalium 7.9, itu boleh dibilang sudah tinggi sekali ya dok. Saya akan coba memberikan ilustrasi dari segi farmakologi ya. Kerja insulin cepat, katakanlah misal insulin aspart, mencapai puncaknya pada pemberian 45menit-60menit pasca pemberian. Setelah itu kadar insulin akan mulai menurun secara gradual. Pada literatur yang sering saya baca di intensive care (bukanya Paul L Marino), dikatakan satu siklus ini bisa menurunkan 0,4-0,6 kadar kalium dalam darah. Jadi bahkan dengan anggapan misalkan kalium akan turun 0,6 dalam satu siklus, jika dilakukan 3 siklus, maka penurunan nya sekitar 1,8. 7.9 - 1.8 = 6.1. masih cukup tinggi untuk nilai kalium. Itu pun tanpa memperhitungkan kalium yang kembali ke dalam vaskuler karena ini sifatnya sementara tadi.Terima kasih dokter
12 Mei 2026, 12:04
Welcome back dr. Bimo. Terimaksih insight nya ya dok.. 😁😁
10 Mei 2026, 12:30
Ca gluconate tidak mesti rutin diberikan ya dok pada semua pasien hiperkalemia. Cek EKG pasien tersebut, apakah ada tanda hiperkalemia seperti peak T wave. Apabila tidak ada, artinya hiperkalemia belum berefek ke jantung. Koreksi saja hiperkalemia segera.Siklus yang dimaksud adalah injeksi insulin. Cek GDS rutin sebelum dosis insulin berikutnya. Berikan juga nebulisasi salbutamol dan furosemide IV.Dan pertanyaan paling penting, kenapa pasien hiperkalemia?