Alo Dokter, apakah sebagai dokter umum kita boleh meresepkan postinor di Chat Alodokter karena pasien request minta dibuatkan resep utu tebus postinor ke...
Apakah dokter umum boleh meresepkan postinor? - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Apakah dokter umum boleh meresepkan postinor?
Dibalas 19 jam yang lalu

Anonymous
Dokter Umum
Alo Dokter, apakah sebagai dokter umum kita boleh meresepkan postinor di Chat Alodokter karena pasien request minta dibuatkan resep utu tebus postinor ke apotek?
Dibuat 02 April 2025, 19:20
19 jam yang lalu

dr.Eurena Maulidya Putri P
Dokter Umum
Alo Dokter!
Apabila pasien meminta resep postinor ataupun obat kontrasepsi darurat lainnya melalui chat Alodokter kepada dokter umum maupun spesialis, maka dokter harus meresepkannya. Obat ini amannya dikonsumsi secepatnya setelah hubungan seksual, efektifnya dalam 72 jam, namun masih dapat dikonsumsi hingga 120 jam setelahnya.
Lebih lengkapnya dalam meresepkan kontrasepsi darurat, dokter dapat membaca artikel berikut: https://www.alomedika.com/kontrasepsi-darurat-panduan-e-prescription-alomedika
Semoga membantu, Dok
19 jam yang lalu

dr. Tirtawati Wijaya, SE
Dokter Umum
Apa indikasinya, dok?
19 jam yang lalu

dr. Tirtawati Wijaya, SE
Dokter Umum
Mengingat pasangan belum menikah, bila pasien berencana melakukan hubungan seks, lebih baik dilakukan edukasi hubungan seks yang aman dok.
Hubungan seks tidak aman bukan hanya berisiko terjadi kehamilan, tapi juga berbagai infeksi menular seksual yang tidak bisa dicegah dengan postinor. Dalam konteks pencegahan kehamilan pun postinor hanya efektif bila dikonsumsi dalam waktu kurang dari 72 jam setelah koitus.Bila sudah terlanjur berhubungan seks (lebih dari 72 jam) tidak perlu diresepkan postinor, karena ini tidak berguna.
Bila sudah terkonfirmasi kehamilannya, sebaiknya dokter lebih berhati hati agat tidak melakukan hal yang dapat diinterpretasikan sebagai abortus medicalis illegal, karena ini merupakan tindakan melanggar hukum dengan Sanusi lumayan berat.
Hubungan seks tidak aman bukan hanya berisiko terjadi kehamilan, tapi juga berbagai infeksi menular seksual yang tidak bisa dicegah dengan postinor. Dalam konteks pencegahan kehamilan pun postinor hanya efektif bila dikonsumsi dalam waktu kurang dari 72 jam setelah koitus.Bila sudah terlanjur berhubungan seks (lebih dari 72 jam) tidak perlu diresepkan postinor, karena ini tidak berguna.
Bila sudah terkonfirmasi kehamilannya, sebaiknya dokter lebih berhati hati agat tidak melakukan hal yang dapat diinterpretasikan sebagai abortus medicalis illegal, karena ini merupakan tindakan melanggar hukum dengan Sanusi lumayan berat.