Tatalaksana Bell’s Palsy pada Ibu Hamil - Diskusi Dokter

general_alomedika

PendahuluanBell’s palsy adalah paralisis nervus fasialis perifer akut idiopatik yang ditandai dengan kelemahan otot wajah unilateral. Insidensinya meningkat...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Tatalaksana Bell’s Palsy pada Ibu Hamil

    Dibalas 2 jam yang lalu

    Pendahuluan

    Bell’s palsy adalah paralisis nervus fasialis perifer akut idiopatik yang ditandai dengan kelemahan otot wajah unilateral. Insidensinya meningkat pada kehamilan, terutama trimester III dan periode postpartum. Kondisi ini diduga berkaitan dengan perubahan hormonal, retensi cairan, serta gangguan vaskular dan imunologis selama kehamilan. 

    Bell’s palsy pada ibu hamil memiliki prognosis yang cenderung lebih buruk dibandingkan populasi umum, sehingga penatalaksanaan yang tepat dan cepat sangat penting. 

    Diagnosis

    Diagnosis Bell’s palsy bersifat klinis dengan karakteristik:

    Onset akut (≤72 jam)

    Paralisis wajah unilateral

    Tidak terdapat defisit neurologis lain

    Diagnosis banding penting pada kehamilan meliputi stroke, tumor, infeksi (Ramsay Hunt syndrome), serta kondisi obstetri seperti preeklamsia. 

    Prinsip Tatalaksana

    Tatalaksana Bell’s palsy pada ibu hamil harus mempertimbangkan keseimbangan manfaat terhadap ibu dan risiko terhadap janin.

    1. Kortikosteroid (Terapi Utama)

    Kortikosteroid merupakan terapi lini pertama.

    Prednison/prednisolon: 50–60 mg/hari selama 5 hari, dilanjutkan tapering 5 hari

    Diberikan dalam 72 jam pertama onset

    Terapi ini terbukti meningkatkan kemungkinan pemulihan fungsi saraf fasialis. 

    Pada kehamilan:

    Relatif aman terutama trimester II–III

    Pada trimester I terdapat risiko kecil (misal celah bibir/palatum), sehingga perlu pertimbangan individual 

    Non-fluorinated steroid (prednisolon) lebih disarankan

    Meskipun terdapat kekhawatiran, manfaat terapi umumnya lebih besar dibanding risiko bila diberikan dini. 

    2. Antivirus (Terapi Tambahan)

    Acyclovir atau valacyclovir dapat dipertimbangkan

    Diberikan bersama kortikosteroid, bukan monoterapi

    Manfaat tambahan relatif kecil, tetapi dapat dipertimbangkan pada kasus berat. 

    3. Perawatan Mata (Eye Care)

    Penting untuk mencegah komplikasi kornea akibat lagoftalmus:

    Air mata buatan (siang hari)

    Salep mata (malam hari)

    Eye patch atau moisture chamber

    Perlindungan mata merupakan bagian esensial terapi. 

    4. Fisioterapi Wajah

    Latihan otot wajah

    Rehabilitasi neuromuskular

    Berfungsi mempercepat pemulihan dan mencegah sinkinesis. 

    5. Penatalaksanaan Kondisi Penyerta

    Pada ibu hamil perlu evaluasi kondisi terkait seperti:

    Preeklamsia

    Hipertensi

    Diabetes

    Bell’s palsy dapat berkaitan dengan gangguan hipertensi dalam kehamilan sehingga memerlukan monitoring ketat. 

    Daftar Pustaka

    1. Jones H, et al. Bell’s palsy in pregnancy: a scoping review of risk factors, treatment and outcomes. BMJ Open. 2023. 

    2. Lansing L, et al. Bell’s palsy in pregnancy and postpartum: a retrospective review. Otolaryngol Head Neck Surg. 2023

    3. Dalrymple SN, et al. Bell palsy: rapid evidence review. Am Fam Physician. 2023;107(4):356–363. 

    4. Rim HS, et al. Optimal Bell’s palsy treatment: steroids and antivirals. J Clin Med. 2023;13(1):51. 

    5. Kim SH, et al. Update on medical management of acute peripheral facial palsy. J Audiol Otol. 2025. 

2 jam yang lalu
Izin bertanya dokter, bagaimana penanganan bellpalsy dengan HT Dokter ? Apakah ada aturan khusus pemberian steroid pd HT?
2 jam yang lalu
Baik dok, Prednison memang dapat menyebabkan atau memperburuk hipertensi terutama melalui retensi cairan dan peningkatan resistensi vaskular, sehingga perlu pemantauan ketat terutama pada pasien dengan riwayat hipertensi.Penggunaan prednison dosis tinggi ini tetap di upayakan dalam 5 hari pada penderita bells palsy dgn tetap di perhatikan  kontrol tensinya jg nggih dok