Hasil Positif Palsu pada Pemeriksaan HIV Generasi Keempat

Oleh :
dr.Petty Atmadja, Sp.PK

Kemungkinan positif palsu pada pemeriksaan HIV generasi keempat masih menjadi kekhawatiran bagi tenaga medis maupun pasien. Hingga saat ini HIV masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di dunia, sehingga pemeriksaan HIV perlu mendapatkan perhatian khusus.[1-4]

Indonesia berkomitmen bersama negara lain untuk melakukan pendekatan fast track 90-90-90 dengan cara mendeteksi 90% orang yang diperkirakan terinfeksi, memberikan terapi antiretroviral (ARV) dini pada 90% orang yang terinfeksi, serta mampu mencapai keadaan virus tak terdeteksi pada 90% orang yang diterapi ARV.[1-4]

Pendekatan fast track tersebut diharapkan dapat menurunkan angka infeksi baru HIV secara optimal. Oleh karena itu, pemeriksaan HIV sangat penting dilakukan, terutama pada individu berisiko tinggi dan ibu hamil. Skrining HIV dianjurkan setidaknya satu kali pada semua individu berusia 15-65 tahun terlepas dari faktor risikonya.[1-4]

Referensi