Peningkatan Risiko Hospital-Acquired Pneumonia pada Penggunaan Opioid

Oleh :
Alexandra Francesca Chandra

Beberapa bukti menunjukkan bahwa opioid meningkatkan risiko terjadinya Hospital-Acquired Pneumonia melalui efek sedasi, penurunan refleks batuk, gangguan klirens mukosiliar, hingga imunosupresi. Mengingat cukup seringnya penggunaan opioid, pemahaman mengenai hubungan antara opioid dan risiko Hospital-Acquired Pneumonia menjadi krusial untuk menyeimbangkan manfaat analgesia dengan potensi komplikasi yang mungkin timbul.[1-4]

Opioid merupakan obat yang sering digunakan untuk penanganan nyeri akut, seperti pasca operasi atau cedera, maupun nyeri kronik, baik kanker maupun non-kanker. Di lain pihak, infeksi nosokomial masih menjadi penyebab mortalitas dan morbiditas pasien rawat inap di seluruh dunia. Salah satu jenis infeksi nosokomial yang menjadi penyebab utama kematian adalah hospital-acquired pneumonia (HAP).[5,6]

Karena tingginya mortalitas dan morbiditas dari hospital-acquired pneumonia, penggunaan opioid sebelum atau selama rawat inap menjadi hal yang perlu diperhatikan. Hal ini karena opioid dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi pada sistem pernapasan, mengingat peranan opioid dalam menyebabkan sedasi dan mendepresi sistem pernapasan.

Referensi