Perlu atau tidaknya pemberian terapi antiepilepsi untuk pasien yang mengalami kejang pertama tanpa provokasi masih menjadi perdebatan. Beberapa ahli menyarankan agar terapi antiepilepsi segera dimulai untuk mengurangi risiko kejang yang berulang, tetapi beberapa ahli yang lain menyarankan agar terapi ditunda karena kejang baru dialami satu kali.[1,2]
Penelitian menyatakan bahwa 40–50% pasien dengan serangan kejang pertama tanpa provokasi akan mengalami kejang berulang dalam waktu 5 tahun. Hal ini berarti bahwa ada cukup banyak pasien yang tidak mengalami kejang berulang. Oleh karena itu, beberapa peneliti menganggap bahwa pemberian terapi antiepilepsi pada pasien yang mengalami kejang pertama kali tanpa provokasi tidak diperlukan, terutama karena obat antiepilepsi sendiri memiliki cukup banyak efek samping.[1,2]
Faktor yang Memengaruhi Pemberian Terapi Antiepilepsi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)