Berbagai penelitian mencoba membandingkan efikasi dan keamanan terapi zat besi yang diberikan secara intravena dan oral pada anemia postpartum. Terapi zat besi adalah salah satu terapi yang paling sering digunakan dalam tata laksana anemia postpartum. Hal ini menjadi penting karena sekitar 500.000 kematian maternal di dunia disebabkan oleh anemia dan perdarahan postpartum setiap tahunnya.[1,2]
Sekilas Mengenai Suplementasi Zat Besi dalam Tata Laksana Anemia Postpartum
Penatalaksanaan standar untuk anemia postpartum adalah pemberian zat besi secara oral. Anemia postpartum dengan kadar hemoglobin 9,5‒12 g/dL diobati dengan suplementasi zat besi 100‒200 mg/hari, yang kemudian dievaluasi dalam waktu 2 minggu.
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)