Peran Agen Biologis pada Penatalaksanaan Asma Eosinofilik Derajat Berat

Oleh :
dr. Qorry Amanda, M.Biomed

Berbagai studi telah menunjukkan potensi agen biologis dalam penatalaksanaan asma eosinofilik derajat berat. Selama ini, tata laksana asma bertumpu pada bronkodilator dan kortikosteroid inhalasi. Namun, terdapat berbagai kasus di mana asma tetap tidak terkontrol walaupun telah diterapi dengan bronkodilator dan kortikosteroid secara maksimal, khususnya pada kasus asma eosinofilik derajat berat.

Memahami Keterbatasan Terapi Standar pada Asma Eosinofilik Berat

Dalam praktik klinis, kita sering menjumpai pasien asma yang tetap tidak terkontrol meskipun telah mendapatkan terapi maksimal sesuai Step 4 dan Step 5 terapi menurut Global Initiative for Asthma (GINA), yakni kortikosteroid inhalasi (ICS) dosis tinggi dan long-acting beta agonist (LABA). Fenomena ini sering kali bukan disebabkan oleh kepatuhan yang buruk, melainkan oleh karakteristik biologis penyakit itu sendiri.

Referensi