Tes Widal telah digunakan sejak lebih dari seratus tahun lalu sebagai pemeriksaan awal untuk penegakkan diagnosis demam tifoid. Negara maju mulai meninggalkan tes ini karena sensitivitas dan spesifitas rendah, serta telah ada pemeriksaan lain yang lebih akurat dan mudah diakses. Namun, di negara berkembang termasuk Indonesia, tes Widal masih sering digunakan terutama di daerah dengan fasilitas kesehatan dan tenaga profesional yang kurang memadai.
Diagnosis Demam Tifoid
Diagnosis demam tifoid penting untuk ditegakkan dalam 3 minggu. Hal ini bertujuan agar penatalaksanaan yang adekuat dapat dilakukan secepatnya untuk mencegah komplikasi, seperti perforasi usus, peritonitis, hepatitis tifosa, pankreatitis tifosa, ensefalopati, syok sepsis, bahkan kematian.[1]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)