ALO Dokter.Angina pectoris sejati merupakan manifestasi klinis utama dari iskemia miokard yang bersifat reversibel, paling sering disebabkan oleh penyakit...
Angina Pectoris Sejati: Pola Nyeri Dada Khas yang Menjadi Penanda Penyakit Jantung Koroner - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Angina Pectoris Sejati: Pola Nyeri Dada Khas yang Menjadi Penanda Penyakit Jantung Koroner
ALO Dokter.
Angina pectoris sejati merupakan manifestasi klinis utama dari iskemia miokard yang bersifat reversibel, paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner (PJK) akibat aterosklerosis arteri koroner. Berdasarkan guideline ESC, pengenalan pola nyeri dada yang khas menjadi langkah awal krusial dalam diagnosis dan stratifikasi risiko pasien.
Nyeri angina sejati umumnya bersifat retrosternal, terasa seperti tertekan, tertindih, atau berat, dan dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, punggung, atau epigastrium. Keluhan biasanya dipicu oleh aktivitas fisik, stres emosional, udara dingin, atau setelah makan berat, dan membaik dengan istirahat atau pemberian nitrogliserin dalam beberapa menit. Pola ini membedakan angina tipikal dari nyeri dada non-kardiak.
ESC mengklasifikasikan nyeri dada menjadi angina tipikal, atipikal, dan non-angina berdasarkan tiga kriteria utama: karakteristik nyeri, hubungan dengan aktivitas, dan perbaikan dengan istirahat atau nitrat. Pemenuhan ketiga kriteria tersebut sangat mengarah pada diagnosis angina pectoris sejati dan meningkatkan probabilitas PJK secara signifikan, terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti usia lanjut, hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia, dan merokok.
Pengenalan dini angina sejati penting karena berimplikasi langsung pada penatalaksanaan lanjutan, termasuk penilaian risiko, pemilihan pemeriksaan penunjang (uji non-invasif atau angiografi koroner), serta inisiasi terapi farmakologis dan modifikasi faktor risiko. Keterlambatan diagnosis dapat meningkatkan risiko progresi menjadi sindrom koroner akut, gagal jantung, hingga kematian mendadak.
Dengan memahami pola nyeri dada khas angina pectoris sejati, dokter di lini depan diharapkan mampu melakukan deteksi dini, pengambilan keputusan klinis yang tepat, serta rujukan yang optimal sesuai rekomendasi guideline terkini.