Alo Dokter Saya sering mendapati pasien dengan vertigo tanpa adanya gangguan neurologis berarti yang diberikan rujukan pemeriksaan D Dimer oleh dokter...
Indikasi pemeriksaan D Dimer pada penderita Vertigo - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Indikasi pemeriksaan D Dimer pada penderita Vertigo
Dibalas 1 jam yang lalu
Anonymous
Dokter Umum
Alo Dokter
Saya sering mendapati pasien dengan vertigo tanpa adanya gangguan neurologis berarti yang diberikan rujukan pemeriksaan D Dimer oleh dokter speisialis.
Jika mengikuti guideline, pemeriksaan D Dimer bukan pemeriksaan standar yang dilakukan dalam menegakkan diagnosis vertigo. Jika yang dikhawatirkan adalah sumbatan pembuluh darah di otak, maka pemeriksaan yang lebih direkomendasikan adalah CT Scan atau MRI.
Apakah memang ada urgensinya dilakukan pemeriksaan DDimer pada penderita vertigo?
Atau apakah ada indikasi tertentu sehingga dokter speisialis menganjurkan pemeriksaan D Dimer?
Mengingat pemeriksaan ini agak pricy.
Terimakasih dok.
Dibuat kemarin, 16:03
1 jam yang lalu
dr.Jeffri Agustinus Tobing
Dokter Umum
Alo dok, terimakasih atas share kasusnya.
Secara umum, D-Dimer bukan merupakan pemeriksaan rutin maupun standar dalam evaluasi pasien vertigo. Diagnosis vertigo tetap didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis, pemeriksaan vestibular (misalnya HINTS examination), dan bila dicurigai penyebab sentral maka dilanjutkan dengan CT Scan atau MRI. Namun, terdapat beberapa kondisi khusus dimana dokter spesialis dapat mempertimbangkan pemeriksaan D-Dimer.1. Bila dicurigai stroke sirkulasi posterior (posterior circulation stroke)Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar D-Dimer dapat meningkat pada pasien stroke iskemik akut, terutama yang disebabkan oleh tromboemboli atau oklusi pembuluh darah besar.Pada pasien yang datang dengan Acute Vestibular Syndrome (AVS) berupa:
- Vertigo akut terus-menerus
- Nistagmus
- Gangguan keseimbangan
- Faktor risiko vaskular (hipertensi, diabetes, fibrilasi atrium, riwayat stroke)Maka dokter dapat menggunakan D-Dimer sebagai pemeriksaan tambahan, bukan sebagai alat diagnosis utama.Kim et al., Stroke (2017) menemukan bahwa kadar D-Dimer lebih tinggi pada pasien stroke posterior dibandingkan vertigo perifer.2. Bila dicurigai kondisi tromboemboli sistemikD-Dimer lebih lazim digunakan untuk:
- Deep Vein Thrombosis (DVT)
- Pulmonary Embolism (PE)
- Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)Apabila pasien vertigo juga mengeluhkan:
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Takikardia
- Riwayat kanker
- Imobilisasi lama
Maka pemeriksaan D-Dimer menjadi lebih relevan.3. Bukan untuk membedakan BPPV atau vertigo perifer
Pada kasus:
- BPPV
- Vestibular neuritis
- Labirinitis
- Meniere disease
Tidak ada guideline yang merekomendasikan pemeriksaan D-Dimer secara rutin.Guideline dari:
- American Academy of Neurology
- American College of Emergency Physicians
Tidak memasukkan D-Dimer sebagai pemeriksaan standar dalam workup vertigo.---
Kapan D-Dimer mungkin dipertimbangkan?
1. Vertigo akut dengan faktor risiko stroke
2. Dicurigai vertebrobasilar insufficiency
3. Dicurigai emboli atau trombosis
4. Gejala neurologis yang belum jelasBukan karena vertigonya sendiri, tetapi karena dokter sedang mencari kemungkinan penyebab vaskular atau trombo---
Kesimpulan :
Pada pasien vertigo tanpa defisit neurologis dan tanpa kecurigaan kuat terhadap stroke atau tromboemboli, pemeriksaan D-Dimer umumnya tidak memiliki urgensi dan tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan rutin.Apabila tujuan pemeriksaan adalah menyingkirkan stroke posterior, maka pemeriksaan yang memiliki nilai diagnostik lebih tinggi tetap:
1. HINTS Examination oleh klinisi terlatih.
2. MRI Diffusion Weighted Imaging (DWI).
3. CT/MR Angiography bila dicurigai kelainan vaskular.Referensi utama:
1. Tarnutzer AA et al. Stroke or No Stroke? HINTS Examination in Acute Vestibular Syndrome. Stroke. 2011. 2. Kim HA, Lee H. Recent Advances in Central Acute Vestibular Syndrome. Neurol Clin. 2015. 3. Kim BJ et al. Plasma D-Dimer Levels in Acute Ischemic
Secara umum, D-Dimer bukan merupakan pemeriksaan rutin maupun standar dalam evaluasi pasien vertigo. Diagnosis vertigo tetap didasarkan pada anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis, pemeriksaan vestibular (misalnya HINTS examination), dan bila dicurigai penyebab sentral maka dilanjutkan dengan CT Scan atau MRI. Namun, terdapat beberapa kondisi khusus dimana dokter spesialis dapat mempertimbangkan pemeriksaan D-Dimer.1. Bila dicurigai stroke sirkulasi posterior (posterior circulation stroke)Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar D-Dimer dapat meningkat pada pasien stroke iskemik akut, terutama yang disebabkan oleh tromboemboli atau oklusi pembuluh darah besar.Pada pasien yang datang dengan Acute Vestibular Syndrome (AVS) berupa:
- Vertigo akut terus-menerus
- Nistagmus
- Gangguan keseimbangan
- Faktor risiko vaskular (hipertensi, diabetes, fibrilasi atrium, riwayat stroke)Maka dokter dapat menggunakan D-Dimer sebagai pemeriksaan tambahan, bukan sebagai alat diagnosis utama.Kim et al., Stroke (2017) menemukan bahwa kadar D-Dimer lebih tinggi pada pasien stroke posterior dibandingkan vertigo perifer.2. Bila dicurigai kondisi tromboemboli sistemikD-Dimer lebih lazim digunakan untuk:
- Deep Vein Thrombosis (DVT)
- Pulmonary Embolism (PE)
- Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)Apabila pasien vertigo juga mengeluhkan:
- Sesak napas
- Nyeri dada
- Takikardia
- Riwayat kanker
- Imobilisasi lama
Maka pemeriksaan D-Dimer menjadi lebih relevan.3. Bukan untuk membedakan BPPV atau vertigo perifer
Pada kasus:
- BPPV
- Vestibular neuritis
- Labirinitis
- Meniere disease
Tidak ada guideline yang merekomendasikan pemeriksaan D-Dimer secara rutin.Guideline dari:
- American Academy of Neurology
- American College of Emergency Physicians
Tidak memasukkan D-Dimer sebagai pemeriksaan standar dalam workup vertigo.---
Kapan D-Dimer mungkin dipertimbangkan?
1. Vertigo akut dengan faktor risiko stroke
2. Dicurigai vertebrobasilar insufficiency
3. Dicurigai emboli atau trombosis
4. Gejala neurologis yang belum jelasBukan karena vertigonya sendiri, tetapi karena dokter sedang mencari kemungkinan penyebab vaskular atau trombo---
Kesimpulan :
Pada pasien vertigo tanpa defisit neurologis dan tanpa kecurigaan kuat terhadap stroke atau tromboemboli, pemeriksaan D-Dimer umumnya tidak memiliki urgensi dan tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan rutin.Apabila tujuan pemeriksaan adalah menyingkirkan stroke posterior, maka pemeriksaan yang memiliki nilai diagnostik lebih tinggi tetap:
1. HINTS Examination oleh klinisi terlatih.
2. MRI Diffusion Weighted Imaging (DWI).
3. CT/MR Angiography bila dicurigai kelainan vaskular.Referensi utama:
1. Tarnutzer AA et al. Stroke or No Stroke? HINTS Examination in Acute Vestibular Syndrome. Stroke. 2011. 2. Kim HA, Lee H. Recent Advances in Central Acute Vestibular Syndrome. Neurol Clin. 2015. 3. Kim BJ et al. Plasma D-Dimer Levels in Acute Ischemic