Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Faktor X general_alomedika 2023-07-26T15:00:45+07:00 2023-07-26T15:00:45+07:00
Faktor X
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Faktor X

Oleh :
dr. Ghifara Huda SE AAAK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis yang dilakukan setelah pemberian faktor X melalui infus intravena adalah pemeriksaan tanda-tanda vital pasien, ada tidaknya reaksi hipersensitivitas, dan membaik tidaknya perdarahan yang dialami.[1,6,7,13]

Hipersensitivitas mungkin hanya menunjukkan manifestasi klinis ringan seperti ruam kulit dan urtikaria. Namun, pada pasien yang mengalami reaksi anafilaksis, akan timbul gejala seperti tekanan darah menurun, denyut nadi melemah, hingga kesadaran yang menurun.[1,6,7,13]

Pengawasan terapi yang juga mungkin dibutuhkan adalah pemeriksaan kadar faktor X dalam plasma untuk melihat apakah faktor X sudah mencapai kadar yang diharapkan. Pemeriksaan ini dapat diulang jika kadar belum tercapai atau jika perdarahan belum teratasi. Metode pemeriksaan bisa berupa one stage clotting assay (OSA).[1,6,7,11,13]

Pada pasien yang telah mendapatkan terapi faktor X dengan dosis tepat tetapi tujuan terapi tidak tercapai, lakukan tes konsentrasi inhibitor atau antibodi faktor X dalam plasma. Pasien tersebut mungkin mengalami penghambatan atau penurunan antibodi. Pemeriksaan menggunakan metode Nijmegen–Bethesda inhibition assay.[1,6,7,11,13]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

1. Drugs.com. Coagulation Factor X. 2020. https://www.drugs.com/mtm/coagulation-factor-x.html
6. Drugbank.com Coagulation Factor X Human. 2020. https://go.drugbank.com/drugs/DB13148
7. Food and Drug Administration. Coagadex. 2019. https://www.fda.gov/vaccines-blood-biologics/approved-blood-products/coagadex
11. Austin SK, Kavakli K, Norton M, et al. FX Investigators Group. Efficacy, safety and pharmacokinetics of a new high-purity factor X concentrate in subjects with hereditary factor X deficiency. Haemophilia. 2016 May;22(3):419-25. doi: 10.1111/hae.12893
13. European Medicines Agency. Coagadex. 2018. https://www.ema.europa.eu/en/medicines/human/EPAR/coagadex#:~:text=Coagadex%20is%20a%20medicine%20used,normal%20clotting%20of%20the%20blood.

Kontraindikasi dan Peringatan Fa...
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 12 jam yang lalu
Omeprazol dan asam mefenamat untuk ibu hamil
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Saya memiliki pasen ibu hamil tiga bulan yang menderita gerd, dan cephalgia, bolehkah untuk gerd nya diberikan omeprazol dan untuk sakit kepalanya diberikan...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 21 Agustus 2026, 13:27
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Manajemen Nyeri Sendi: Dari Terapi hingga Dukungan Kesehatan Sendi - Selasa, 1 September 2026, Jam:10.00 - 11.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter.Mengurangi nyeri bukanlah satu-satunya tujuan terapi osteoarthritis. Pendekatan modern menempatkan pengendalian gejala, mempertahankan fungsi...
Anonymous
Dibalas 21 Agustus 2026, 19:36
Bekas imunisasi BCG bengkak & merah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo TS dokter anak. Saya kedatangan pasien bayi 4 bulan. Keluhannya bengkak & merah di bekas imunisasi BCG sejak 1 minggu. Anak tdk demam atau tampak...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.