Salah satu aspek penatalaksanaan anak dengan sumbing adalah memastikan kecukupan nutrisi bayi, termasuk metode menyusui. Sumbing bibir dan langit-langit adalah malformasi kongenital yang umum terjadi, termasuk di Indonesia. Dalam hal menyusui, data yang ada menunjukkan bahwa bayi dengan sumbing lebih sering tidak disusui dibandingkan bayi tanpa sumbing, serta lebih rentan mengalami hambatan dalam menyusu.[1]
Pengaruh Sumbing pada Proses Menyusui
Proses menyusui memerlukan kemampuan bayi untuk menghasilkan tekanan negatif (suction) dengan menyegel rongga mulut secara efektif terhadap payudara ibu. Pada bayi tanpa sumbing, hal ini dicapai dengan bibir yang melekat erat pada areola serta langit-langit yang menutup bagian belakang rongga mulut.
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)