Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) mempublikasikan pedoman tata laksana gagal jantung pada tahun 2023. Pedoman ini merupakan pembaruan dari pedoman sebelumnya di tahun 2020. Salah satu pembaruan utama dalam pedoman ini adalah perluasan rekomendasi terkait penggunaan sodium–glucose cotransporter-2 inhibitors (SGLT2i) dalam penatalaksanaan gagal jantung, terlepas dari fraksi ejeksi pasien.
Selain itu, pedoman ini juga membahas mengenai berbagai penyebab kardiak dan non-kardiak dari peningkatan peptida natriuretik, serta bahwa sangat penting untuk mengidentifikasi apakah peningkatan peptida natriuretik benar-benar adalah gagal jantung atau bukan. Pedoman ini juga memberi rekomendasi spesifik untuk pilihan farmakoterapi pada gagal jantung berdasarkan berbagai skenario klinis.[1]
Tabel 1. Tentang Pedoman Klinis Ini
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)