Pemilihan terapi alergi untuk ibu menyusui perlu mempertimbangkan aspek keamanan pada bayi yang disusui. Proses menyusui mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal, sehingga dianjurkan untuk dilakukan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan bayi. Namun, pada kenyataannya, proses menyusui kadang dihentikan lebih awal karena adanya kekhawatiran terkait obat yang digunakan ibu.[1,2]
Proses menyusui memberikan manfaat tidak hanya bagi bayi tetapi juga bagi ibu. Pada bayi, ASI dapat mengurangi risiko infeksi dan alergi, mengurangi risiko obesitas, dan membantu perkembangan kognitif. Sementara itu, pada ibu, menyusui dapat membantu pemulihan pascapersalinan lebih cepat dan menurunkan risiko kanker, osteoporosis, serta diabetes tipe 2. Oleh karena itu, penting bagi dokter untuk memilih terapi alergi yang aman untuk ibu menyusui agar proses menyusui dapat tetap dilanjutkan.[1,2]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)
Referensi
1. Spencer JP, Thomas S, Pawlowski RHT. Medication Safety in Breastfeeding. Am Fam Physician. 2022;106(6):638-644.
2. Ngo E, Spigset O, Lupattelli A, et al. Antihistamine use during breastfeeding with focus on breast milk transfer and safety in humans: A systematic literature review. Basic Clin Pharmacol Toxicol. 2022;130(2):171–181.
3. Wilkerson H, Datta P, Rewers-Felkins K, Baker T, Hale TW. Maternal Transfer of Cetirizine Into Human Milk. Journal of Human Lactation. 2020;37(1):135-138.
4. Yang Y, Yi B, Zhang T. The Impact of Substance Use Disorder and Drug Transfer into Breast Milk: Implications for Maternal and Infant Health. Pharmaceutics. 2025;17(6):719.
5. Farzam K, Sabir S, O'Rourke MC. Antihistamines. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538188/
6. Hale Thomas W. Drug Entry into Human Milk. Infant Risk Center. 2020. http://www.infantrisk.com/content/drug-entry-human-milk
7. So M, Bozzo P, Inoue M, Einarson A. Safety of antihistamines during pregnancy and lactation. Can Fam Physician. 2010;56(5):427-429.