Prognosis Fibroma
Prognosis pada fibroma baik pada akrokordon dan dermatofibroma pada umumnya sangat baik. Namun pada pasien dengan akrokordon, penyakit seperti diabetes melitus atau sindrom Birt-Hogg-Dubé dapat memperburuk prognosis.[2,4,9,12,13,20,28-30]
Komplikasi
Fibroma adalah tumor jinak sehingga jarang menimbulkan komplikasi serius, namun dapat menyebabkan masalah lokal seperti iritasi kronis akibat gesekan, terutama pada area lipatan kulit. Iritasi berulang ini dapat memicu peradangan, nyeri ringan, hingga perdarahan jika lesi tergores atau tertarik, serta berisiko mengalami infeksi sekunder bila kebersihan tidak terjaga.
Selain itu, fibroma yang berukuran lebih besar atau berada di lokasi tertentu dapat menimbulkan gangguan kosmetik atau ketidaknyamanan fungsional, misalnya mengganggu pergerakan atau aktivitas sehari-hari. Meskipun sangat jarang, perubahan ukuran, warna, atau bentuk yang cepat perlu diwaspadai karena dapat menyerupai lesi lain yang lebih serius sehingga memerlukan evaluasi lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan.
Lebih lanjut, jika dilakukan intervensi, dapat terjadi komplikasi terkait tindakan. Komplikasi dapat berupa perdarahan, infeksi, dan muncul bekas luka akibat eksisi tumor.[2,4,9,12,13,20,28]
Prognosis
Prognosis kedua tipe fibroma sangat baik. Kondisi fibroma pada kulit adalah tumor jinak yang memiliki risiko rendah transformasi keganasan. Walau demikian, perlu digali ada tidaknya penyakit yang berasosiasi dengan fibroma yang dapat memperburuk prognosis, misalnya sindrom Birt-Hogg-Dubé, infeksi HIV, diabetes mellitus atau lupus.[2,4,9,12,13,20,28-30]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha