Patofisiologi Syringoma
Patofisiologi syringoma diduga dimulai sebagai reaksi inflamasi ekrin primer, meskipun hal ini belum terbukti. Syringoma pada dasarnya adalah tumor jinak, meskipun ada varian ganasnya, yang disebut syringokarsinoma, kasus ini sangat jarang terjadi. Histogenesis syringoma kemungkinan besar terkait dengan elemen ekrin atau sel punca multipoten.[2]
Beberapa peneliti berpendapat bahwa syringoma tipe eruptif mungkin lebih merupakan respons hiperplasia saluran keringat akibat peradangan, bukan tumor kelenjar sejati. Begitu pula syringoma yang ditemukan di kulit kepala pada pasien alopesia sikatrikal sebenarnya adalah pertumbuhan berlebih sebagai reaksi terhadap jaringan parut.[4]
Peran Sistem Imun
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)