Skrining Kanker Serviks di Rumah

Oleh :
dr. William Alexander Setiawan, SpOG

Skrining kanker serviks saat ini dapat dilakukan secara mandiri di rumah, yakni pada tahap pengambilan sampel. Kanker serviks tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia, terutama di negara dengan akses pelayanan kesehatan yang terbatas. Oleh sebab itu, strategi skrining kanker serviks yang lebih baik perlu dikembangkan untuk meningkatkan cakupan skrining.[1-3]

WHO menargetkan eliminasi kanker serviks sebagai masalah kesehatan masyarakat melalui strategi 90-70-90, termasuk cakupan skrining minimal 70%. Namun, di banyak wilayah, target ini sulit dicapai karena adanya hambatan logistik, ketidaknyamanan pemeriksaan pelvis, stigma, dan keterbatasan sumber daya. Hal ini menyebabkan sebagian besar kasus kanker serviks masih terdiagnosis pada stadium lanjut.[1-3]

Dalam dua dekade terakhir, skrining berbasis deteksi DNA atau mRNA HPV (human papillomavirus) telah menggantikan sitologi sebagai modalitas yang paling sensitif untuk skrining kanker serviks. Bersamaan dengan itu, berkembang metode self-collected HPV test, yakni pengambilan sampel sendiri di rumah untuk dikirim ke laboratorium. Strategi ini dinilai mampu meningkatkan partisipasi skrining, khususnya pada kelompok yang selama ini under-screened atau never-screened.[2,4]

Referensi