Epilepsi bukan merupakan kontraindikasi pemberian antidepresan. Meski demikian, pemilihan terapi depresi pada pasien epilepsi perlu dilakukan dengan hati-hati. Depresi merupakan salah satu gangguan psikiatri tersering pada pasien dengan epilepsi. Depresi juga telah dilaporkan sebagai prediktor kuat terhadap kualitas hidup yang rendah pada pasien epilepsi.[1-3]
Kaitan Depresi dengan Epilepsi
Terdapat sejumlah mekanisme yang diduga dapat menjelaskan terjadinya depresi pada pasien epilepsi. Depresi dapat timbul sebagai efek samping dari beberapa obat antiepilepsi (OAE), terutama golongan GABAnergik seperti benzodiazepine, vigabatrin, gabapentin, topiramat, dan levetiracetam. Depresi juga bisa terjadi pada fokus epilepsi tertentu, misalnya epilepsi lobus temporal. Meski begitu, faktor psikososial, seperti stres, dukungan moral yang rendah, dan stigma, dianggap sebagai faktor prediktor utama terjadinya depresi pada pasien dengan epilepsi.[1-4]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)