Kit diagnostik molekuler untuk deteksi mutasi gen pada kanker kolorektal telah dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI di tahun 2022 dengan nama BioColoMelt-Dx. Kit ini merupakan pemeriksaan berbasis polymerase chain reaction atau PCR dengan metode analisis high-resolution melting atau HRM.[1]
Sequencing DNA dengan metode Sanger merupakan standar baku emas untuk deteksi mutasi gen yang umum terjadi pada kanker kolorektal. Dengan mengetahui mutasi gen yang berkaitan dengan kanker kolorektal, dokter dapat menentukan terapi yang cocok untuk kanker tersebut. Misalnya, pemberian epidermal growth factor receptor–targeted therapy membutuhkan pengetahuan tentang mutasi gen KRAS (Kirsten rat sarcoma) dan BRAF (v-raf murine sarcoma viral oncogene homolog B1).[2-4]
Namun, sequencing DNA memerlukan waktu yang lama, sumber daya manusia tinggi, dan biaya mahal karena proses yang kompleks. Pemeriksaan molekuler berupa PCR dengan analisis HRM membutuhkan waktu lebih singkat dan bersifat lebih efisien dalam hal biaya, sehingga diharapkan bisa memudahkan deteksi mutasi gen dan penentuan terapi yang cocok.[2-4]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)