Kemoterapi yang diberikan secara oral sering dianggap tidak sama efektif dengan kemoterapi intravena, karena pemberian rute oral akan mengalami metabolisme presistemik sehingga bioavailabilitas terapeutik dianggap lebih sulit dicapai. Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa agen kemoterapi oral sama efektif dibandingkan agen terapi intravena.
Kemoterapi merupakan salah satu modalitas tatalaksana kanker. Kemoterapi menargetkan berbagai fase dalam siklus sel untuk mempengaruhi pertumbuhan dan pembelahan sel, yang nantinya dapat menyebabkan kematian sel.[1]
Dahulu, kemoterapi utamanya diberikan secara intravena. Seiring dengan berjalannya waktu, modalitas kemoterapi rute oral kini berkembang, seperti penggunaan thalidomide dengan deksametason untuk mieloma multipel. Perkembangan ini memberikan kemudahan signifikan bagi pasien karena lebih mudah diaplikasikan dan tidak selalu memerlukan rawat inap di rumah sakit.[1–3]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)