Hipertensi dalam kehamilan diduga meningkatkan risiko terjadinya gangguan autisme dan attention deficit hypersensitivity disorder (ADHD) pada anak. Hipertensi pada kehamilan dapat berupa hipertensi kronik yang sudah terjadi sebelum kehamilan, hipertensi gestasional, preeklampsia, eklampsia, atau hipertensi kronik dengan superimposed preeklampsia.
Gangguan hipertensi cukup sering terjadi dalam masa kehamilan, yaitu sekitar 10–15%. Apabila tidak ditangani dengan tepat, gangguan hipertensi dalam kehamilan dapat mengakibatkan morbiditas dan mortalitas pada ibu maupun bayi.
Hipertensi dalam kehamilan dapat mengakibatkan peningkatan risiko jangka panjang terhadap gangguan vaskular, kognitif, dan psikiatrik pada bayi. Beberapa penelitian menduga terdapat hubungan antara hipertensi dalam kehamilan dengan terjadinya gangguan mental dan perilaku pada anak, seperti autisme dan ADHD.
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)