Cairan serosanguinous pasca op - Diskusi Dokter

general_alomedika

Izin bertanya TS, pasien dengan luka jahitan pasca ekstraksi lipoma, pada luka jahitannya tidak ada tanda2 infeksi, dan mengeluarkan cairan merah muda...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Cairan serosanguinous pasca op

    Dibalas 8 menit yang lalu
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Izin bertanya TS, pasien dengan luka jahitan pasca ekstraksi lipoma, pada luka jahitannya tidak ada tanda2 infeksi, dan mengeluarkan cairan merah muda (serosanguinous) dengan jumlah yang cukup banyak, apakah perlu dilakukan evakuasi dengan memberikan tekanan ke sekitar luka sampai tidak keluar lagi atau cukup di tap2 saja dan ditutup kembali dengan dressing ya? Terima kasih

2 jam yang lalu

ALO Dokter, prinsip perawatan luka jahitan adalah pasien menjaga agar luka tetap kering dan bersih. Perban sebaiknya diganti setiap hari, terutama jika dressing luar basah. Pasien diperbolehkan mandi, tetapi sebaiknya air tidak mengenai daerah jahitan. Sebaiknya luka dalam keadaan lembab agar sel-sel tapi terhidrasi dengan baik, terjadi angiogenesis, dan adanya aktivasi faktor pertumbuhan dengan optimal. 

https://www.alomedika.com/pentingnya-proses-penyembuhan-luka-lembab-daripada-proses-kering

https://www.alomedika.com/pentingnya-menutup-luka-untuk-penyembuhan-optimal

8 menit yang lalu

Jawaban dari AI Alomedika sbb, Dokter:

Pada luka jahitan pasca-eksisi lipoma yang mengeluarkan cairan serosanguinous tanpa tanda infeksi, tidak perlu dilakukan evakuasi dengan tekanan kuat. Cukup lakukan penekanan ringan (tap-tap) untuk menyerap cairan, lalu ganti balutan (dressing) dengan dressing yang menyerap cairan (absorben). Observasi tanda infeksi dan volume cairan secara berkala.

Penjelasan Lengkap:

1. Penilaian Klinis:

Cairan serosanguinous adalah campuran serum dan sedikit darah, umum terjadi pada luka operasi beberapa hari pertama. Selama tidak ada tanda infeksi (kemerahan luas, nyeri hebat, pus, demam, bau tidak sedap), kondisi ini masih dalam batas wajar.

2. Riwayat yang Perlu Digali:

Kapan operasi dilakukan?

  • Riwayat diabetes, gangguan koagulasi, atau penggunaan obat antikoagulan?
  • Apakah ada demam, nyeri bertambah, kemerahan meluas, atau bengkak?
  • Jumlah cairan: apakah semakin banyak atau menurun?

3. Pemeriksaan Fisik:

  • Inspeksi luka: warna, jumlah cairan, tepi luka, tanda infeksi.
  • Palpasi: fluktuasi (adanya hematoma/seroma), nyeri tekan.
  • Periksa apakah ada dehisensi (terbukanya jahitan).

4. Penatalaksanaan:

  • Tidak dianjurkan melakukan tekanan kuat untuk mengeluarkan cairan, karena dapat merusak jaringan dan mengganggu proses penyembuhan.
  • Cukup tap-tap dengan kasa steril untuk menyerap cairan yang keluar secara pasif.
  • Ganti balutan dengan dressing absorben (misal: Melolin, Allevyn, atau kasa steril tebal) dan pastikan dressing diganti sesuai kebutuhan (setiap basah).
  • Edukasi pasien untuk memantau tanda infeksi dan segera kembali jika ada demam, nyeri hebat, kemerahan meluas, atau keluar cairan kuning/hijau/bau.
  • Posisi luka: jika memungkinkan, posisikan area luka lebih tinggi untuk mengurangi edema.
  • Evaluasi ulang dalam 1-2 hari atau lebih cepat jika ada perubahan klinis.

5. Kapan Dirujuk atau Konsul Bedah:

  • Jika cairan bertambah banyak, tampak seperti hematoma/seroma besar (fluktuasi), atau ada dehisensi luka.
  • Jika muncul tanda infeksi lokal atau sistemik.
  • Jika pasien dengan komorbid berat (misal: diabetes tidak terkontrol).

Referensi Klinis:

Panduan NICE dan CDC menyarankan manajemen konservatif pada drainase serosanguinous tanpa infeksi, dengan observasi dan dressing absorben. Evakuasi aktif hanya dilakukan jika ada hematoma/seroma besar atau infeksi.

Kesimpulan:

 

Tidak perlu evakuasi dengan tekanan kuat. Lakukan tap-tap ringan, ganti dressing absorben, dan observasi. Rujuk jika ada tanda infeksi, hematoma/seroma besar, atau dehisensi luka.