Saat ini, penanganan konvensional anemia renal pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) masih terhambat oleh berbagai keterbatasan. Pemberian transfusi darah...
Diskusi Dokter
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)
Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel
Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang
Saat ini, penanganan konvensional anemia renal pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) masih terhambat oleh berbagai keterbatasan. Pemberian transfusi darah...
Saat ini, penanganan konvensional anemia renal pada pasien penyakit ginjal kronis (PGK) masih terhambat oleh berbagai keterbatasan. Pemberian transfusi darah atau agen stimulasi eritropoiesis (ESA) merupakan penatalaksanaan anemia pada pasien PGK saat ini. Sayangnya, meskipun telah diterapkan pemberian zat besi dan ESA, kontrol anemia pada pasien penyakit ginjal kronis masih tidak sesuai harapan.
Agen hypoxia-inducible factor-proline hydroxylase inhibitor (HIF-PHI) dinilai dapat menjadi alternatif yang telah dilaporkan oleh berbagai studi dapat ditoleransi dengan baik serta relatif aman dibandingkan ESA khususnya untuk risiko kardiovaskular. Sediaan HIF-PHI dalam bentuk oral juga akan memudahkan dalam pemberiannya dibandingkan ESA dalam bentuk injeksi.
Lalu, apakah penggunaan HIF-PHI telah mendapat persetujuan dari FDA? Mau tau info selengkapnya?
Yuk, Dok, baca CME ber SKP ALOMEDIKA lalu kerjakan posttestnya untuk mendapatkan 2 SKP IDI gratis serta 25 ALOMEDIKA Poin. Klik https://alomedika.page.link/4pZa
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)
Mohoh maaf.
Akibat banyaknya jumlah pertanyaan yang diterima, maka untuk saat ini kami tidak bisa menerima pertanyaan tambahan di website alomedika.com.
Untuk membuat pertanyaan, Anda dapat segera mendownload aplikasi Alomedika untuk chat gratis bersama lebih dari 100 dokter pilihan, 24 jam penuh dan waktu tunggu kurang dari 10 menit.