Bila pasien pernah vaksin rabies sekitar 2 bln lalu hanya 1 dosis di hari ke-0 lalu saat ini (2 bln kemudian) terkena gigitan hewan kembali apakah...
Vaksin rabies - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Vaksin rabies
Bila pasien pernah vaksin rabies sekitar 2 bln lalu hanya 1 dosis di hari ke-0 lalu saat ini (2 bln kemudian) terkena gigitan hewan kembali apakah perhitungan dosis diulang dari awal kembali atau hanya perlu melanjutkan saja? Jadi saat ini dihitung dosis kedua dan dilanjutkan untuk dosis terkahir yang ketiga?
ALO Dokter.
Profilaksis rabies adalah satu-satunya cara untuk mencegah rabies pada pasien dengan potensi paparan, karena rabies hampir 100% fatal. Bila ragu tentang jadwal atau pemberian vaksinasi sebelumnya, maka rangkaian vaksinasi pasca paparan lengkap harus diberikan. Terlepas dari status imun, penanganan lini pertama adalah pembersihan luka segera dan menyeluruh dengan mencuci bersih dengan sabun dan air.
Berikut kriteria untuk dianggap memiliki kekebalan terhadap rabies dari profilaksis rabies pasca paparan sebelumnya yaitu:
1. telah menerima setidaknya 2 vaksin (setidaknya hari ke-0 dan hari ke-3)
2. pemberian vaksin didokumentasikan dengan baik termasuk nama/jenis vaksin yang diberikan, kapan diberikan, rute pemberian
3. vaksin yang diberikan adalah vaksin tipe sel murni misalnya Verorab, Rabivax-S atau Rabipur dan vaksin diberikan secara intramuskular (bukan intradermal)
4. Pasien tidak memiliki gangguan imun.
Jika pasien tidak memenuhi keempat kriteria ini, maka disarankan untuk memulai kembali profilaksis pasca pajanan dengan rejimen 5 dosis lengkap (Hari ke-0, 3, 7, 14, dan 28).
Mengingat dalam kasus ini pasien tampaknya hanya menerima 1 vaksinasi (hari ke-0) sebelumnya, maka pasien harus memulai kembali rangkaian vaksinasi lengkap karena kemungkinan tidak akan mendapatkan manfaat kekebalan yang cukup.
Human Rabies Immune Globulin (HRIG) diindikasikan jika terjadi infeksi transdermal pada luka (luka berdarah) akibat gigitan atau goresan ATAU air liur pada luka terbuka atau selaput lendir. Edukasi pasien sangat penting ketika merekomendasikan pengobatan jangka panjang di mana manfaatnya mungkin tidak jelas, termasuk memastikan pengguna memahami risiko kematian akibat penyakit yang tidak dapat diobati.
Penjelasan lebih lanjut dokter bisa baca pada link berikut:https://immunisationhandbook.health.gov.au/contents/vaccine-preventable-diseases/rabies-and-other-lyssaviruses