Farmakologi Rocuronium
Secara farmakologi, rocuronium bekerja sebagai antagonis kompetitif reseptor nikotinik asetilkolin di sinaps neuromuskular sehingga menimbulkan blokade neuromuskular reversibel dengan onset cepat dan durasi kerja menengah. Obat ini diberikan secara intravena, mengalami distribusi cepat, metabolisme minimal, serta dieliminasi terutama melalui jalur hepatobilier dan sebagian melalui ginjal.[1,3,5]
Farmakodinamik
Rocuronium bekerja sebagai penghambat neuromuskular nondepolarisasi melalui antagonisme kompetitif terhadap reseptor nikotinik asetilkolin pada membran postsinaptik pada neuromuscular junction (NMJ). Ikatan ini menghambat interaksi asetilkolin dengan reseptornya sehingga mencegah depolarisasi membran dan transmisi impuls saraf, menghasilkan paralisis otot skeletal yang bersifat reversibel dan bergantung dosis.
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)