Formulasi Kalsium Folinat
Formulasi dari kalsium folinat yang ada di Indonesia adalah dalam bentuk sediaan untuk injeksi. Sediaan dianjurkan disimpan dalam suhu 15–30°C.[1,8,10]
Bentuk Sediaan
Di Indonesia, kalsium folinat hanya tersedia dalam bentuk sediaan injeksi dalam vial. Obat ini berbentuk powder dengan dosis 10 mg/mL dalam vial 50 mg.[8,10]
Cara Penggunaan
Untuk kemasan injeksi, sebelum digunakan lakukan pemeriksaan inspeksi terlebih dahulu. Sediaan yang baik dan masih bisa digunakan harus berwarna jernih dan agak kekuningan (yellowish). Apabila didapatkan partikel atau penampakan yang berkabut, maka sudah tidak layak untuk digunakan.
Kalsium folinat untuk injeksi (dalam bentuk powder) dapat dilarutkan dalam BWI (bacteriostatic water for injection, USP) yang mengandung benzil-alkohol; atau dengan SWI (sterile water for injection, USP). Vial 50 mg bila dilarutkan dalam 5 ml pelarut steril akan mengandung kalsium folinat 10 mg/mL.
Kalsium folinat injeksi dapat diberikan secara intravena (IV) atau intramuskular (IM). Untuk pemberian IV, sediaan perlu direkonstitusi sesuai konsentrasi yang diinginkan dan diberikan dengan kecepatan tidak lebih dari 160 mg/menit karena kandungan kalsiumnya.
Bila digunakan bersama fluorouracil, keduanya harus diberikan secara terpisah untuk mencegah kemungkinan terbentuknya presipitat. Kalsium folinat tidak boleh diberikan secara intratekal karena berpotensi menyebabkan efek yang serius hingga fatal.[1,3,8,11]
Cara Penyimpanan
Di negara lain, kalsium folinat tersedia dalam bentuk oral dan injeksi. Meski begitu, di Indonesia hanya ada sediaan bubuk injeksi dalam vial. Penyimpanan sediaan injeksi ini dianjurkan dalam suhu 15–30°C.[1,8]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha