Indikasi dan Dosis Carbimazole
Indikasi carbimazole adalah untuk terapi hipertiroid yang telah terkonfirmasi oleh pemeriksaan laboratorium, tirotoksikosis primer, dan tirotoksikosis sekunder. Di praktik, obat ini biasanya digunakan untuk induksi remisi permanen, sebagai terapi untuk persiapan sebelum tiroidektomi, serta sebagai terapi sebelum dan sesudah terapi radioactive-iodine (yodium radioaktif). Dosis awal berkisar 15-40 mg, dalam 2-3 dosis terbagi. Dosis rumatan 5-15 mg.[1-4,10]
Dosis Dewasa
Dosis awal yang dianjurkan adalah 15–40 mg per hari (ekuivalen dengan methimazole 10–30 mg sekali sehari) tergantung derajat keparahan. Dosis kemudian diturunkan secara bertahap (titrasi) berdasarkan evaluasi fungsi tiroid setiap 3–4 minggu, dengan target mencapai keadaan eutiroid sesegera mungkin dalam minggu-minggu awal terapi.
Setelah tercapai kontrol hormon tiroid, dosis pemeliharaan diberikan lebih rendah (berkisar 5-15 mg) dan terapi dilanjutkan selama 12–18 bulan sebelum dipertimbangkan penghentian, dengan pemantauan kadar TSH dan antibodi reseptor TSH (TSH-R-Ab).
Alternatif terapi lain adalah regimen block and replace, yakni pemberian carbimazole dosis tinggi dikombinasikan dengan levotiroksin, namun pendekatan titrasi lebih sering dipilih untuk meminimalkan dosis obat dan efek samping. Selain itu, pasien perlu dipantau jangka panjang karena ada risiko relaps terutama dalam 6–12 bulan setelah terapi dihentikan.[2,10]
Dosis Anak
Pada anak usia <11 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 0,75 mg/kg/hari. Pada anak yang lebih besar, dosis dapat dimulai 30 mg/hari.
Pemberian dapat dibagi dalam beberapa dosis, namun pemberian sekali sehari lebih dianjurkan untuk meningkatkan kepatuhan. Pendekatan utama yang direkomendasikan adalah metode titrasi dosis, yaitu menurunkan dosis secara bertahap hingga tercapai kondisi eutiroid, karena metode block and replace cenderung memberikan efek samping lebih banyak akibat penggunaan dosis tinggi.
Dalam praktik klinis, penyesuaian dosis dilakukan secara bertahap (biasanya dalam kelipatan 2,5–5 mg) berdasarkan respons klinis dan pemeriksaan fungsi tiroid. Monitoring awal dilakukan setiap 4–6 minggu, kemudian setiap 3–6 bulan setelah kondisi stabil.
Perbaikan awal ditandai dengan penurunan kadar fT4, sementara TSH dapat tetap rendah untuk beberapa waktu. Terapi pada anak sering memerlukan durasi yang lebih panjang dibandingkan dewasa.[11]
Perhatian Khusus Pengunaan Carbimazole pada Anak
Penggunaan carbimazole pada anak juga memerlukan perhatian terhadap efek samping dan kepatuhan terapi. Efek samping dapat terjadi pada 5–25% pasien, mulai dari yang ringan seperti ruam dan mual hingga yang serius seperti agranulositosis, yang biasanya muncul dalam 3 bulan pertama dan ditandai dengan demam serta nyeri tenggorokan sehingga memerlukan pemeriksaan darah segera.
Edukasi keluarga sangat penting, termasuk pentingnya kepatuhan minum obat, pemantauan gejala, serta kesadaran bahwa relaps sering terjadi dalam 6–12 bulan setelah penghentian terapi. Jika relaps atau respons tidak adekuat, terapi dapat diulang atau dipertimbangkan terapi definitif seperti radioiodin atau pembedahan.[11]