Zat besi intravena sering diberikan untuk menangani anemia defisiensi besi pada kehamilan. Pada praktik klinis, rute oral merupakan pilihan pertama pemberian zat besi pada kehamilan. Meski demikian, pemberian melalui rute oral memiliki berbagai keterbatasan, seperti sering terlupa oleh pasien dan juga memiliki efek samping yang membuat tidak nyaman, misalnya memperparah mual, konstipasi, ataupun rasa metalik di lidah.
Selama kehamilan, kadar hemoglobin di bawah 11 g/dL dianggap sebagai anemia, sementara anemia berat ditandai dengan kadar hemoglobin kurang dari 7 g/dL. Anemia antepartum berhubungan dengan berbagai masalah kesehatan yang signifikan bagi ibu dan bayi baru lahir, termasuk kebutuhan transfusi darah, syok hipovolemik, kematian ibu, kelahiran prematur, dan kematian bayi baru lahir.[1-3]
Sediaan Besi Oral vs Intravena untuk Anemia Defisiensi Besi pada Kehamilan
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)
Referensi
1. Govindappagari S, Newman R, Burwick R. Iron-deficiency anemia in pregnancy and the role of intravenous iron. Obstetrics. 2021;(July):20–4.
2. Santra A, Sharma A, Singh N, Yadav K, Kant S. Role of Intravenous Iron Sucrose in Severe Anemia in Late Pregnancy: A Case Report From Rural Ballabgarh, Haryana. 2023;
3. Burn MS, Lundsberg LS, Culhane JF, Partridge C, Son M. Intravenous iron for treatment of iron deficiency anemia during pregnancy and associated maternal outcomes. 2023; https://www.tandfonline.com/action/journalInformation?journalCode=ijmf20
4. Govindappagari S, Burwick RM. Treatment of Iron Deficiency Anemia in Pregnancy with Intravenous versus Oral Iron: Systematic Review and Meta-Analysis. Am J Perinatol. 2019 Mar;36(4):366-376. doi: 10.1055/s-0038-1668555.
5. Qassim A, Grivell RM, Henry A, Kidson-Gerber G, Shand A, Grzeskowiak LE. Intravenous or oral iron for treating iron deficiency anaemia during pregnancy: systematic review and meta-analysis. Med J Aust. 2019 Oct;211(8):367-373. doi: 10.5694/mja2.50308.