Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Plasenta Previa general_alomedika 2026-08-02T15:34:14+07:00 2026-08-02T15:34:14+07:00
Plasenta Previa
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Plasenta Previa

Oleh :
dr. Diana Atmaja
Share To Social Media:

Plasenta previa atau placenta previa adalah kondisi kehamilan dengan plasenta yang menempel di bagian bawah rahim, menutupi ostium internum serviks, sehingga menutupi jalan lahir. Plasenta previa dapat menyebabkan komplikasi berupa perdarahan antepartum dan perdarahan postpartum, yang mengakibatkan kematian ibu. Pada bayi, plasenta previa meningkatkan risiko kelahiran prematur, asfiksia, dan intrauterine fetal death.[1,2]

Plasenta previa dapat ditandai dengan perdarahan per vaginam, tanpa adanya rasa nyeri. Terkadang, plasenta previa bersifat asimtomatik. Faktor risiko timbulnya plasenta previa, antara lain pada riwayat sectio caesarea (SC), riwayat abortus, ibu yang berusia lanjut, multipara, serta pemakaian assisted reproductive technology (ART), misalnya bayi tabung.[1-4]

placenta previa Gambar 1. Plasenta Previa Anterior (Source : Openi, 2008)

Diagnosis plasenta previa dapat ditegakkan menggunakan transvaginal sonography (TVS), pada usia kehamilan 32 minggu. Pada pasien asimtomatik, lakukan TVS ulang pada usia kehamilan 36 minggu untuk memastikan letak plasenta, dan menentukan metode persalinan. Pada plasenta previa, metode persalinan adalah dengan SC.[5]

Tata laksana plasenta previa berfokus pada antisipasi perdarahan masif dan persalinan preterm, sehingga persiapan yang adekuat, termasuk rujukan ke fasilitas dengan tingkat pelayanan lebih tinggi bila diperlukan, harus dilakukan sejak awal. Setelah persalinan, perdarahan sering berasal dari lokasi implantasi plasenta di segmen bawah uterus, sehingga penanganan cepat terhadap kehilangan darah akut sangat penting.

Hemostasis dapat dicapai melalui kombinasi terapi medikamentosa dan tindakan bedah. Uterotonika, seperti oksitosin, digunakan untuk mengatasi atonia uteri sebagai penyebab utama perdarahan postpartum. Jika perdarahan berlanjut, dapat dilakukan tindakan bedah seperti penjahitan lokasi implantasi plasenta, ligasi arteri, tamponade, hingga histerektomi pada kasus yang tidak terkendali. Transfusi bisa diperlukan pada pasien yang mengalami perdarahan.[1,2]

Plasenta previa memiliki morbiditas yang tinggi, termasuk menyebabkan perdarahan antepartum dan postpartum, meningkatkan risiko kelahiran preterm, serta meningkatkan kebutuhan rawat dan transfusi. Meski demikian, 90% plasenta letak rendah dapat bermigrasi dan mengalami resolusi pada trimester ketiga.[1]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Bakker R. Placenta Previa. Medscape. 2024. https://emedicine.medscape.com/article/262063-overview
2. Jain V, Bos H, Bujold E. Guideline No. 402: Diagnosis and Management of Placenta Previa. J Obstet Gynaecol Can. 2020 Jul;42(7):906-917.e1. doi: 10.1016/j.jogc.2019.07.019.
3. Landsverk E, Westvik-Johari K, Wennerholm UB, Bergh C, Kyhl F, Spangmose AL, Vassard D, Pinborg A, Rönö K, Gissler M, Petersen SH, Opdahl S. Risk of placenta previa in assisted reproductive technology: A Nordic population study with sibling analyses. PLoS Med. 2025 Feb 3;22(2):e1004536. doi: 10.1371/journal.pmed.1004536.
4. Javed H, Habiba U, Rubab UE, Saleem S, Khan ZA, Abdul Ghafoor L, Karim S, Noor SM, Shah M, Shahriyar Khan W. Risk Factors Associated With Placenta Previa: A Matched Case-Control Study. Cureus. 2026 Jan 9;18(1):e101157. doi: 10.7759/cureus.101157.
5. Creasy RK, Resnik R, Iams J, Lockwood C, Moore T, Greene M. placenta previa, placenta accreta, abruptio placentae and vasa previa. Creasy and Resnik’s Maternal Fetal Medicine : Principles and Practice. Ed 7th . Saunders : Philadelphia, PA ; 2014. 732-742

Patofisiologi Plasenta Previa
Diskusi Terkait
dr.DR. Wiku Andonotopo, Sp.OG, Subsps K-Fetomaternal
Dibuat 20 Juli 2024, 15:51
Plasenta Previa Totalis - Accreta 36 Minggu
Oleh: dr.DR. Wiku Andonotopo, Sp.OG, Subsps K-Fetomaternal
0 Balasan
https://youtu.be/vGIswl6N2sgPosisi plasenta menutupi total seluruh cervix, dan berisiko accrera dimana plasenta tumbuh terlalu dalam menembus miometrium....
Rhn
Dibalas 06 Februari 2024, 08:13
Plasenta previa apakah bisa menjalani persalinan pervaginam
Oleh: Rhn
1 Balasan
Apa indikasi untuk bisa persalinan pervaginam pada plasenta Previa?
Anonymous
Dibalas 06 Agustus 2023, 03:31
Plasenta previa pada pasien riwayat SC
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter. Izin ikut berdiskusi, saudara saya hamil usia 31 th, G2P1A0 hamil 33 minggu riwayat SC 3 th yang lalu dan dr usg placenta previa totalisYang...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.