Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Diagnosis Plasenta Previa general_alomedika 2026-08-02T15:41:18+07:00 2026-08-02T15:41:18+07:00
Plasenta Previa
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Diagnosis Plasenta Previa

Oleh :
dr. Diana Atmaja
Share To Social Media:

Diagnosis plasenta previa atau placenta previa perlu dicurigai pada ibu hamil dengan gejala klinis perdarahan tanpa rasa nyeri pada trimester ke-2 atau 3. Selanjutnya, diagnosis plasenta previa didasarkan pada identifikasi lokasi plasenta melalui ultrasonografi. Pada kondisi ini, pemeriksaan vaginal digital harus dihindari hingga lokasi plasenta dipastikan karena dapat memicu perdarahan.

Ultrasonografi merupakan modalitas utama untuk menegakkan diagnosis, dengan ultrasonografi transvaginal sebagai pilihan karena memiliki akurasi lebih tinggi dibandingkan ultrasonografi transabdominal dalam menentukan hubungan antara tepi plasenta dan ostium uteri internum. Pada kasus dengan kecurigaan spektrum plasenta akreta, MRI dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan, terutama bila hasil ultrasonografi tidak konklusif.[1,2,6,15]

Anamnesis

Pasien dengan plasenta previa umumnya menunjukkan keluhan perdarahan per vaginam tanpa nyeri (painless vaginal bleeding) yang terjadi pada trimester kedua akhir atau trimester ketiga kehamilan. Perdarahan biasanya berwarna merah segar, muncul secara tiba-tiba tanpa faktor pencetus yang jelas, dan dapat berhenti spontan sebelum berulang kembali dengan jumlah yang lebih banyak.

Pasien umumnya tidak mengeluhkan nyeri perut atau kontraksi uterus yang bermakna saat perdarahan terjadi. Selain itu, perlu digali usia kehamilan saat timbulnya gejala, frekuensi dan volume perdarahan, serta adanya episode perdarahan sebelumnya selama kehamilan.

Riwayat obstetri dan faktor risiko juga penting dievaluasi karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya plasenta previa. Faktor-faktor tersebut meliputi riwayat sectio caesaria (SC) atau operasi uterus sebelumnya, riwayat plasenta previa pada kehamilan terdahulu, multiparitas, usia ibu yang lebih lanjut, kehamilan ganda, serta kebiasaan merokok.

Anamnesis juga perlu menilai adanya gejala yang mengarah pada diagnosis banding, seperti nyeri abdomen hebat yang lebih khas pada solusio plasenta atau tanda-tanda persalinan preterm. Selain itu, informasi mengenai pergerakan janin, riwayat pemeriksaan ultrasonografi sebelumnya, dan hasil skrining antenatal yang menunjukkan plasenta letak rendah atau menutupi ostium uteri internum dapat membantu mengarahkan diagnosis.[1,2,6,15]

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik yang perlu dilakukan untuk membantu diagnosis plasenta previa meliputi keadaan umum dan tanda vital, inspeksi genitalia eksternal, pemeriksaan Leopold, serta pemeriksaan inspekulo. Pada kecurigaan adanya plasenta previa, pemeriksaan bimanual tidak boleh dilakukan.[1,2,6,15]

Keadaan Umum dan Tanda Vital

Pada pemeriksaan keadaan umum dan tanda vital dapat dinilai jumlah perdarahan yang terjadi pada pasien, dan tanda-tanda syok, misalnya hipotensi atau takikardia.[1]

Pemeriksaan Obstetri

Pemeriksaan obstetri dimulai dari inspeksi genitalia eksterna dapat terlihat adanya bekuan darah di sekitar vulva, dan banyaknya darah yang keluar melalui vagina. Pada pemeriksaan Leopold, sering dijumpai kelainan letak pada janin dan tinggi fundus uteri yang rendah, karena kehamilan belum aterm, serta tidak ditemukan nyeri tekan pada uetrus.

Pemeriksaan inspekulo secara hati-hati dapat membedakan sumber perdarahan, apakah dari uterus, vagina, atau varises yang pecah. Terkadang, plasenta dapat terlihat pada pemeriksaan inspekulo, jika serviks dalam keadaan dilatasi.[1,2,6,15]

Diagnosis Banding

Plasenta previa dapat didiagnosis banding dengan abrupsio plasenta, vasa previa, dan plasenta akreta. Pemeriksaan USG, biasa dapat membantu membedakan plasenta previa dengan diagnosis banding.

Abrupsio Plasenta

Abrupsio plasenta merupakan lepasnya plasenta dari dinding rahim sebelum proses persalinan, baik seluruhnya maupun sebagian. Pasien yang mengalami solusio plasenta biasanya mengalami perdarahan pada kehamilan trimester ketiga disertai dengan nyeri yang hebat dan gerakan bayi dalam kandungan yang kurang aktif. Solusio plasenta dapat dibedakan dengan plasenta previa melalui USG.[19]

Vasa Previa

Vasa previa adalah keadaan di mana tali pusat berkembang pada tempat abnormal selain di tengah plasenta. Pada transvaginal sonography (TVS) dapat terlihat pembuluh darah fetus melintang pada serviks. Hal ini dapat menyebabkan ruptur pembuluh darah yang mengancam janin.

Pada pemeriksaan dalam vagina, dapat teraba pembuluh darah pada jalan lahir. Bila terjadi perdarahan, akan diikuti dengan denyut jantung janin yang tidak beraturan, deselerasi atau bradikardia.[20]

Plasenta Akreta

Plasenta akreta timbul ketika plasenta melekat terlalu dalam pada rahim, misalnya hingga ke miometrium. Pada plasenta akreta, pasien umumnya asimtomatik, tetapi perdarahan dapat timbul pada trimester ketiga kehamilan. Plasenta akreta dapat dideteksi pada USG kehamilan rutin saat pasien melakukan pemeriksaan antenatal.[21]

Pemeriksaan Penunjang

Baku emas pemeriksaan penunjang plasenta previa adalah dengan transvaginal sonography (TVS). Selain itu, pada pasien dengan perdarahan, pemeriksaan laboratorium bisa diperlukan untuk persiapan transfusi.[1]

USG

Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan utama untuk menegakkan diagnosis plasenta previa dan idealnya dilakukan saat pemeriksaan anatomi janin pada usia kehamilan 18–20 minggu. Selain pada skrining rutin, USG juga diindikasikan pada setiap ibu hamil yang mengalami perdarahan per vaginam selama trimester kedua atau ketiga untuk menentukan lokasi plasenta dan menyingkirkan plasenta previa sebagai penyebab perdarahan.

Pada wanita yang terdiagnosis plasenta previa atau plasenta letak rendah pada pemeriksaan awal, evaluasi ulang dengan USG sekitar usia kehamilan 32 minggu diperlukan untuk menilai migrasi plasenta serta membantu perencanaan cara persalinan. Selain menentukan lokasi plasenta, USG juga bermanfaat untuk menilai usia dan pertumbuhan janin, presentasi janin, kelainan kongenital, serta lokasi insersi tali pusat dan kemungkinan insersi velamentosa.

Temuan USG pada plasenta previa adalah plasenta yang menutupi seluruh ostium uteri internum (plasenta previa totalis) atau tepi plasenta yang berada dalam jarak kurang dari 2 cm dari ostium uteri internum (plasenta previa marginal atau low-lying placenta).[1,22]

Transvaginal vs Transabdominal Sonography:

TVS merupakan baku emas untuk diagnosis plasenta previa karena memiliki akurasi yang sangat tinggi, dengan angka positif palsu sekitar 1% dan negatif palsu sekitar 2%, lebih baik dibandingkan ultrasonografi transabdominal (TAS) yang memiliki angka positif palsu dan negatif palsu masing-masing sekitar 7% dan 8%. Bahkan, sekitar 26% kasus yang didiagnosis sebagai plasenta previa melalui TAS terbukti salah diagnosis setelah dilakukan TVS.

Selain menentukan hubungan antara tepi plasenta dan ostium uteri internum, TVS juga dapat mengukur panjang serviks dan jarak tepi plasenta terhadap ostium uteri internum pada kehamilan lanjut, yang penting untuk memperkirakan risiko perdarahan dan menentukan kemungkinan persalinan per vaginam atau kebutuhan sectio caesarea.[1,22]

Pemeriksaan Laboratorium

Pada pasien plasenta previa yang mengalami perdarahan, pemeriksaan hitung darah lengkap diperlukan untuk memantau terjadinya anemia. Pemeriksaan golongan darah juga diperlukan, untuk memfasilitasi kemungkinan kebutuhan transfusi darah. Selain itu, lakukan pemeriksaan koagulopati, seperti kadar fibrinogen, activated partial thromboplastin time, prothrombin time pada pasien yang dicurigai mengalami gangguan hemodinamik.[1,2]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Bakker R. Placenta Previa. Medscape. 2024. https://emedicine.medscape.com/article/262063-overview
2. Jain V, Bos H, Bujold E. Guideline No. 402: Diagnosis and Management of Placenta Previa. J Obstet Gynaecol Can. 2020 Jul;42(7):906-917.e1. doi: 10.1016/j.jogc.2019.07.019.
6. Agbamu PO, Weiniger CF. Placenta praevia. BJA Educ. 2024 Oct;24(10):347-351. doi: 10.1016/j.bjae.2024.06.002.
15. Jauniaz ERM, Alfirevic Z, Bhide AG, Belfort MA, Burton GJ, Collins SL et al. Placenta praevia and placenta accreta : diagnosis and management. Green-top guideline BJOG. 2018: 27a
19. Schneider E, Kinzler WL. Placental Abruption: Pathophysiology, Diagnosis, and Management. Clin Obstet Gynecol. 2025 Mar 1;68(1):98-104. doi: 10.1097/GRF.0000000000000903.
20. Jain V, Gagnon R. Guideline No. 439: Diagnosis and Management of Vasa Previa. J Obstet Gynaecol Can. 2023 Jul;45(7):506-518. doi: 10.1016/j.jogc.2023.05.009
21. Shepherd AM, Mahdy H. Placenta Accreta. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563288/
22. Anderson-Bagga FM, Sze A. Placenta Previa. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539818/

Epidemiologi Plasenta Previa
Penatalaksanaan Plasenta Previa
Diskusi Terkait
dr.DR. Wiku Andonotopo, Sp.OG, Subsps K-Fetomaternal
Dibuat 20 Juli 2024, 15:51
Plasenta Previa Totalis - Accreta 36 Minggu
Oleh: dr.DR. Wiku Andonotopo, Sp.OG, Subsps K-Fetomaternal
0 Balasan
https://youtu.be/vGIswl6N2sgPosisi plasenta menutupi total seluruh cervix, dan berisiko accrera dimana plasenta tumbuh terlalu dalam menembus miometrium....
Rhn
Dibalas 06 Februari 2024, 08:13
Plasenta previa apakah bisa menjalani persalinan pervaginam
Oleh: Rhn
1 Balasan
Apa indikasi untuk bisa persalinan pervaginam pada plasenta Previa?
Anonymous
Dibalas 06 Agustus 2023, 03:31
Plasenta previa pada pasien riwayat SC
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter. Izin ikut berdiskusi, saudara saya hamil usia 31 th, G2P1A0 hamil 33 minggu riwayat SC 3 th yang lalu dan dr usg placenta previa totalisYang...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.