Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Salpingitis general_alomedika 2023-02-07T08:57:26+07:00 2023-02-07T08:57:26+07:00
Salpingitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Salpingitis

Oleh :
Audric Albertus
Share To Social Media:

Patofisiologi salpingitis akut umumnya melibatkan infeksi asendens dari endoserviks atau vagina ke mukosa tuba falopi. Infeksi dapat disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, Chlamydia trachomatis, Gardnerella vaginalis, Escherichia coli, Prevotella bivia, Mycoplasma hominis, Ureaplasma urealyticum, Haemophilus influenzae, Streptococcus spp, dan Bacteroides spp.

Salah satu mekanisme fisiologis pencegah terjadinya infeksi asendens adalah dengan penghalang fisik dari serviks dan mukus. Terjadinya penyakit radang panggul (PID) akibat gonorrhea atau klamidia umumnya lebih sering ditemukan pada fase proliferatif dari siklus menstruasi, yang menyebabkan mukus serviks lebih tipis dan terjadi kontraksi peristaltik dari uterus sehingga cairan bergerak ke arah sefalik.

Tindakan yang melibatkan serviks dan uterus, seperti pemasangan intrauterine device (IUD), biopsi endometrium, serta dilatasi dan kuretase, juga dapat menyebabkan terganggunya peran serviks sebagai penghalang mekanik dan meningkatkan risiko salpingitis. Hubungan seksual dan menstruasi retrograd juga menjadi salah satu cara terjadinya infeksi asendens.

Referensi

1. Brunham RC, Gottlieb SL, Paavonen J. Pelvic inflammatory disease. N Engl J Med. 2015;372(21):2039–48.
6. Bardawil T. Fallopian Tube Disorders. Medscape. 2018. https://emedicine.medscape.com/article/275463-overview#a1
7. Mitchell C, Malavika Prabhu. Pelvic Inflammatory Disease: Current concepts in pathogenesis, diagnosis and treatment. Infect Dis Clin North Am. 2013;27(4):1–15.

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Pendahuluan Salpingitis
Etiologi Salpingitis

Artikel Terkait

  • Risiko Penyakit Radang Panggul pada Penggunaan IUD (Intrauterine Device)
    Risiko Penyakit Radang Panggul pada Penggunaan IUD (Intrauterine Device)
  • Pemilihan Antibiotik untuk Radang Panggul
    Pemilihan Antibiotik untuk Radang Panggul

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.