Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • AlomedikaAI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penatalaksanaan Benda Asing Mata annisa-meidina 2026-04-08T14:53:29+07:00 2026-04-08T14:53:29+07:00
Benda Asing Mata
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Penatalaksanaan Benda Asing Mata

Oleh :
Meili Wati
Share To Social Media:

Penatalaksanaan benda asing mata adalah ekstraksi. Setiap benda asing di mata harus dikeluarkan untuk mencegah infeksi, kerusakan jaringan, dan gangguan penglihatan. Setelah ekstraksi, terapi lanjutan untuk mencegah komplikasi dapat dilakukan.[1,3,4,5]

Benda Asing Ekstraokuler

Pada kasus benda asing yang terletak ekstraokuler seperti di konjungtiva dan kornea, ekstraksi dapat dilakukan menggunakan jarum steril atau kapas lidi dengan didahului anestesi topikal pada mata. Irigasi mata dengan menggunakan cairan salin normal juga dapat membantu pengangkatan partikel kecil seperti debu dan pasir.[3,4]

Pemberian antibiotik mata dianjurkan setelah ekstraksi untuk mengurangi risiko infeksi. Pemberian siklopegik juga dianjurkan untuk mengurangi inflamasi. Selain itu, lubrikan bisa diberikan untuk membantu penyembuhan epitel. Lakukan follow-up berkala untuk menilai penutupan epitel dan kondisi visus.[3,4]

Benda Asing Intraokuler

Pada kasus benda asing di bagian mata yang lebih dalam seperti di bilik mata depan, iris, lensa, bilik mata belakang, dan struktur intra okuler lainnya, ekstraksi benda asing dapat dilakukan dengan bedah.[1,5]

Pertimbangkan pemberian injeksi toksoid tetanus intramuskular. Pertimbangkan juga antibiotik intravena spektrum luas untuk profilaksis endoftalmitis. Endoftalmitis adalah salah satu komplikasi yang paling dikhawatirkan dan dilaporkan terjadi pada 7–13% kasus benda asing intraokuler. Benda asing yang terkontaminasi dan terutama berisiko menyebabkan endoftalmitis adalah benda asing organik dan batu.[1]

Referensi

1. Gupta A, Tripathy K. Intraocular Foreign Body. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK576415/
3. Camodeca AJ, Anderson EP. Corneal Foreign Body. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536977/
4. Nath S. Corneal Foreign Body. Medscape. 2024. https://emedicine.medscape.com/article/1195581-overview#a2
5. Watanachai N, et al. Intraocular foreign body: Characteristics, visual outcomes, and predictive values of ocular trauma score. Heliyon. 2023 Oct 4;9(10):e20640. doi: 10.1016/j.heliyon.2023.e20640.

Diagnosis Benda Asing Mata
Prognosis Benda Asing Mata
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 10 Juli 2026, 10:22
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Kolaborasi Dokter dan Bidan adalah Kunci ANC Berkualitas bagi Ibu dan Bayi - Kamis, 30 Juli 2026 Jam: 10.00-12.00 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Link Daftar: https://bit.ly/Apps-300726Link LMS: https://bit.ly/LMS-300726Ikuti webinar Kolaborasi Dokter dan Bidan adalah Kunci ANC Berkualitas...
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 10 Juli 2026, 13:17
Hanya untuk 10 Sejawat Pertama: Isi Kuesioner, Ambil Voucher Rp100.000!
Oleh: dr. ALOMEDIKA
3 Balasan
ALO Dokter. Opini medis Dokter sangat kami hargai dalam mengedukasi masyarakat untuk kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk kesempatan kali ini, kami...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 09 Juli 2026, 11:53
Jika rasa lapar adalah penyakitnya, mengapa kita hanya mengobati berat badannya?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
😩ALO Dokter, Obesitas bukan sekadar akibat makan berlebihan. Di balik rasa lapar terdapat mekanisme biologis yang melibatkan aksis otak–usus, hormon seperti...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.