Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Chlamydia yogi 2026-03-25T13:11:57+07:00 2026-03-25T13:11:57+07:00
Chlamydia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan
  • Panduan e-Prescription

Pendahuluan Chlamydia

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Chlamydia, atau dikenal dengan istilah klamidiasis, merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri C. trachomatis merupakan bakteri Gram negatif dan merupakan mikroorganisme intraseluler obligat.

Secara global, chlamydia merupakan infeksi menular seksual yang paling sering ditemukan dalam praktik medis, dan merupakan penyebab kebutaan pada bayi baru lahir. Infeksi okular disebut trachoma.[1]

Infeksi chlamydia tidak selalu menunjukkan gejala. Apabila bergejala, baik pada wanita maupun pria, biasanya terdapat riwayat infeksi menular seksual, disuria, dan sekret mukopurulen berwarna kuning yang keluar dari uretra.

Sumber: L Fraw, J Pledger, PHIL CDC, 1985. Sumber: L Fraw, J Pledger, PHIL CDC, 1985.

Pada wanita, infeksi chlamydia paling sering menyerang organ serviks, sehingga manifestasi klinis yang muncul yakni servisitis, uretritis, dan penyakit radang panggul, meskipun dapat pula terjadi perihepatitis, atau proktitis.

Apabila tidak diobati, maka dapat menyebabkan infertiltitas dan kehamilan ektopik. Sementara itu, pada pria infeksi chlamydia dapat bermanifestasi berupa uretritis, epididimitis, prostatitis, proktitis, hingga artritis reaktif.[1,2]

Diagnosis dari chlamydia perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan penunjang. Baku emas dari pemeriksaan chlamydia adalah tes amplifikasi asam nukleat (NAAT). Sampel diambil dari swab vagina, endoservikal atau uretra pada wanita, dan first catch urine pada pria.[2]

Penatalaksanaan dilakukan menggunakan regimen antibiotik yang bertujuan untuk mengeradikasi bakteri chlamydia dari dalam tubuh. Jenis antibiotik yang digunakan antara lain azithromycin, doxycycline, levofloxacin, atau ofloxacin.

Partner seksual pasien juga perlu diperiksa dan diobati. Partner seksual dapat mengikuti regimen expedited partner therapy (EPT) dengan azithromycin dosis tunggal.

Karena pada sebagian besar kasus infeksi chlamydia tidak berdiri sendiri melainkan ada koinfeksi penyakit menular seksual lainnya seperti gonorrhea dan limfogranuloma venereum, maka terapi untuk infeksi lainnya juga perlu diberikan.

Edukasi merupakan bagian penting dalam penatalaksanaan, termasuk untuk menghindari rekurensi dan penyebaran chlamydia. Minta pasien untuk melakukan abstinensia sampai telah dinyatakan sembuh oleh petugas medis. Lakukan juga edukasi mengenai perilaku seksual yang aman (misalnya, menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan).[1,2]

 

Direvisi oleh: dr. Abi Noya

Referensi

1. Qureshi S. Chlamydia (Chlamydial Genitourinary Infections). Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/214823-clinical#b1
2. Mohseni M, Sung S, Rausch-Phung EA, et al. Chlamydia. [Updated 2026 Jan 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.

Patofisiologi Chlamydia

Artikel Terkait

  • Teknik Anamnesis Riwayat Kesehatan Seksual
    Teknik Anamnesis Riwayat Kesehatan Seksual
  • Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
    Doxycycline sebagai Profilaksis Pasca Pajanan Infeksi Menular Seksual
  • Pedoman Profilaksis Penyakit Menular Seksual Bakterial 2024 – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Profilaksis Penyakit Menular Seksual Bakterial 2024 – Ulasan Guideline Terkini
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 31 Agustus 2026, 16:53
Jika HbsAg dan Sifilis positif bersamaan, tatalaksananya seperti apa?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Permisi dok, izin bertanya, jika hasil pemeriksaan triple eliminasi 1 pasien ditemukan positif untuk Hepatitis dan Sifilis bersamaan, tatalaksananya seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 31 Agustus 2026, 08:27
Kombinasi neutrazen dan madecassoside dalam tata laksana kulit sensitif: bagaimana pandangan dokter
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter,Segera baca artikel ini, yuk:...
dr.Bellatrix Bonisa Madarja
Dibalas 31 Agustus 2026, 12:13
Apa saja differential diagnosanya untuk keluhan ruam dan gatal di seluruh tubuh pada anak 2 tahun
Oleh: dr.Bellatrix Bonisa Madarja
1 Balasan
Anak usia 2th datang dibawa keluarga dengan keluhan ruam dan gatal di seluruh tubuh. Kakak dan saudara sepupu juga mengalami hal serupa, pasien sering...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.