Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Obstructive Sleep Apnea general_alomedika 2026-09-17T16:25:30+07:00 2026-09-17T16:25:30+07:00
Obstructive Sleep Apnea
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Obstructive Sleep Apnea

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Prognosis obstructive sleep apnea (OSA) umumnya baik dengan terapi, tetapi prognosis jangka panjang dapat kurang baik pada pasien yang tidak mendapat atau tidak mengikuti regimen terapi dengan baik. Komplikasi OSA meliputi hipertensi, infark miokard, atrial fibrilasi, stroke, hipertensi pulmonal, gangguan kognitif, depresi, serta peningkatan risiko kecelakaan terkait rasa kantuk.[5,9]

Komplikasi

Komplikasi OSA terutama melibatkan sistem kardiovaskular dan metabolik akibat hipoksia intermiten, peningkatan aktivitas simpatis, serta fragmentasi tidur yang berulang. OSA berhubungan dengan peningkatan risiko stroke, hipertensi, gagal jantung, aritmia, infark miokard, serta dapat disertai hipertensi pulmonal, hipoksemia, dan gangguan fungsi jantung.

Selain itu, OSA juga berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes melitus tipe 2 dan gangguan metabolik lainnya, terutama pada pasien dengan obesitas atau komorbiditas kardiometabolik. Di luar komplikasi kardiometabolik, OSA dapat menyebabkan kantuk berlebihan pada siang hari, gangguan konsentrasi dan fungsi kognitif, depresi, kecemasan, serta penurunan kualitas hidup akibat tidur yang tidak efektif.

Kantuk dan penurunan fungsi psikomotor juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas maupun kecelakaan kerja. Pada OSA yang tidak tertangani, risiko kecelakaan kendaraan bermotor dilaporkan sekitar 3 kali lebih tinggi dibandingkan populasi umum.[5,9]

Prognosis

Prognosis OSA dalam jangka pendek umumnya baik apabila kondisi ditangani dengan tepat, terutama melalui terapi continuous positive pressure (CPAP). Terapi ini dapat mengurangi kantuk berlebihan pada siang hari, memperbaiki kualitas tidur dan kualitas hidup, menurunkan tekanan darah, serta memperbaiki fungsi mekanik ventrikel kiri dan kanan.

Namun, prognosis jangka panjang dipengaruhi oleh derajat OSA, komorbiditas, dan kepatuhan terhadap terapi. Inkonsistensi penggunaan CPAP dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular dan serebrovaskular.

Di sisi lain, OSA yang tidak tertangani, khususnya OSA sedang hingga berat, memiliki prognosis yang lebih buruk karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan mortalitas. OSA berat yang tidak diobati dilaporkan berhubungan dengan peningkatan risiko mortalitas semua sebab sekitar 2 kali lipat.[5,9]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

5. Slowik JM, Sankari A, Collen JF. Obstructive Sleep Apnea. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025.
9. Zeidler MR. Obstructive Sleep Apnea. Medscape. 2026. https://emedicine.medscape.com/article/295807-overview#a1

Penatalaksanaan Obstructive Slee...
Edukasi dan Promosi Kesehatan Ob...

Artikel Terkait

  • Perawatan Alat CPAP di Rumah
    Perawatan Alat CPAP di Rumah
  • Agonis Reseptor Glucagon-like Peptide-1 pada Penanganan Obstructive Sleep Apnea
    Agonis Reseptor Glucagon-like Peptide-1 pada Penanganan Obstructive Sleep Apnea
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 05 November 2024, 21:48
Sleep apnea pada anak yang sudah pernah tonsilektomi
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Hallo dok, saya ijin konsultasi. Ada anak yang sudah pernah riwayat operasi Amandel, namun keluhannya masih mengorok dan tiba2 seperti henti nafasnya. Apa...
Anonymous
Dibalas 03 Februari 2024, 07:06
Kapan perlu merujuk pasien dengan Obstructive Sleep Apnea (OSA)?
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dokter, izin konsultasi dok saya memiliki pasien dengan curiga ke arah Obstructive Sleep Apnea (OSA) dengan score ESS 7. Yang saya tanyakan dok, kapan...
dr.Olvy Sekarsari Octaviana
Dibalas 28 April 2023, 09:09
Tata Laksana Obstructive Sleep Apnea (OSA) di layanan primer
Oleh: dr.Olvy Sekarsari Octaviana
1 Balasan
ALO Dokter, izin berdiskusi.. ketika dalam praktek layanan primer atau dalam praktek telemedicine ditemukan pasien dengan diagnosis mengarah pada OSA, terapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.