Beberapa golongan antihipertensi, seperti β-blocker non-selektif, diketahui dapat memperburuk bronkospasme pada asma melalui efek antagonis pada reseptor β₂ di saluran napas, sehingga pemilihan obat antihipertensi menjadi krusial dalam mencegah eksaserbasi asma.
Asma dan hipertensi memiliki hubungan yang unik. Beberapa studi melaporkan bahwa pasien asma memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami hipertensi daripada pasien yang tidak asma, sementara hipertensi sendiri dapat meningkatkan risiko eksaserbasi asma dan gangguan fungsi paru.
Pada dasarnya, pemberian antihipertensi bagi pasien asma yang mengalami hipertensi tetap mengacu pada pedoman klinis tata laksana hipertensi yang telah dikenal dan digunakan secara luas. Sebagai contoh adalah pedoman dari American College of Cardiology dan American Heart Association (ACC-AHA).[1-3]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)