Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Carbamazepine general_alomedika 2026-03-27T13:39:04+07:00 2026-03-27T13:39:04+07:00
Carbamazepine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Carbamazepine

Oleh :
dr. Sherly Kurniawan
Share To Social Media:

Pengawasan klinis carbamazepine mencakup skrining untuk alel HLA-B 1502 pada pasien sebelum memulai pengobatan. Secara epidemiologi, alel ini dilaporkan banyak dimiliki oleh orang Asia, seperti Indonesia. Keberadaan alel tersebut telah dilaporkan meningkatkan kerentanan mengalami toxic epidermal necrolysis dan sindrom Stevens-Johnson, sehingga pengobatan tidak direkomendasikan pada pembawa alel HLA-B*1502.

Bunuh Diri

Pengawasan dan evaluasi berkala risiko bunuh diri diperlukan. Obat antiepilepsi, termasuk carbamazepine, telah dikaitkan dengan peningkatan ideasi dan perilaku bunuh diri.

Pemeriksaan Laboratorium

Pada penggunaan jangka panjang, dosis tinggi, atau populasi berisiko seperti lansia, dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium berkala untuk mengantisipasi risiko efek samping. Pemeriksaan yang mungkin diperlukan sesuai indikasi antara lain hitung darah lengkap, fungsi hati dan ginjal, fungsi tiroid, elektrolit, urinalisis, dan EKG.

Toksisitas

Toksisitas carbamazepine dapat terjadi jika dosis melebihi 24 gram. Toksisitas akut muncul setelah 1 sampai 3 jam asupan dan umumnya ditandai dengan gangguan kesadaran, kejang, ataupun perubahan EKG.

Pengobatan overdosis berfokus untuk menghilangkan obat dengan menginduksi muntah, bilas lambung, pemberian karbon aktif, dan diuresis paksa. Bilas lambung diindikasikan bahkan setelah 4 jam gangguan pencernaan. Kejang yang disebabkan oleh keracunan carbamazepine dapat diatasi dengan benzodiazepin seperti diazepam.[1,3,4]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. DrRiawati MMedPH

Referensi

1. PubChem [Internet]. Bethesda (MD): National Library of Medicine (US), National Center for Biotechnology Information; 2004-. PubChem Compound Summary for CID 2554, Carbamazepine
2. Nevitt SJ, Marson AG, Tudur Smith C. Carbamazepine versus phenobarbitone monotherapy for epilepsy: an individual participant data review. Cochrane Database of Systematic Reviews 2018, Issue 10. Art. No.: CD001904. DOI: 10.1002/14651858.CD001904.pub4. Accessed 09 June 2022.
3. Medscape. Drug & Disease: Carbamazepine. Medscape. 2022. https://reference.medscape.com/drug/tegretol-xr-equetro-carbamazepine-343005#0
4. MIMS Indonesia. Carbamazepine. 2026 https://www.mims.com/indonesia/drug/info/carbamazepine?mtype=generic

Kontraindikasi dan Peringatan Ca...

Artikel Terkait

  • Konsekuensi Jangka Panjang Akibat Kejang Demam Berulang
    Konsekuensi Jangka Panjang Akibat Kejang Demam Berulang
  • Faktor Risiko Terjadinya Epilepsi Pasca Stroke
    Faktor Risiko Terjadinya Epilepsi Pasca Stroke
  • Langkah Diagnostik pada Kejang Pertama Usia Dewasa
    Langkah Diagnostik pada Kejang Pertama Usia Dewasa
  • Penghentian Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi yang Bebas Kejang
    Penghentian Obat Antiepilepsi pada Pasien Epilepsi yang Bebas Kejang
  • Peran Diazepam Per Rektal untuk Kejang pada Bayi
    Peran Diazepam Per Rektal untuk Kejang pada Bayi

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Ariyadi
Dibalas 30 November 2024, 10:07
Kejang pada anak dengan riwayat kejang sebelumnya
Oleh: Ariyadi
1 Balasan
Izin dok, anak kejang 2 kali dengan rentan waktu 7jam kejang selama kurang lebih 30detik, mata keatas kedip" badan dan badan gemetar, kejang terjadi sudah yg...
Anonymous
Dibalas 07 November 2024, 14:31
Membedakan kejang nocturnal dan gangguan lain
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Ada px anak usia 9 tahun, memiliki riwayat kejang (tubuh kaku, kedut2, mata kedip2 melihat ke atas, sulit diajak bicara). Kejang berlangsung...
dr. Yanny Labok
Dibalas 01 November 2024, 18:34
Tatalaksana kejang pada epilepsi dewasa
Oleh: dr. Yanny Labok
2 Balasan
Halo dok, izin bertanya jika setelah pemberian diazepam pada pasien dewasa dgn BB 60 kg yg sdh d berikan diazepam 5 mg via iv dan kejangnya sdh berhenti...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.