Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Moxifloxacin general_alomedika 2026-08-25T17:32:22+07:00 2026-08-25T17:32:22+07:00
Moxifloxacin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Moxifloxacin

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Efek samping moxifloxacin yang paling sering muncul adalah mual, diare, nyeri kepala, dan pusing. Efek samping lain lebih jarang terjadi, tetapi perlu diperhatikan apabila terjadi efek samping serius seperti tendinitis, ruptur tendon, arthralgia, myalgia, neuropati perifer, dan gangguan pada sistem saraf pusat lainnya. Interaksi moxifloxacin dengan obat yang mengandung kation multivalen dapat menghambat absorpsi.[3,5,9,11]

Efek Samping

Efek samping yang paling sering timbul adalah mual (7%), diare (6%), nyeri kepala dan pusing (3%). Sementara itu, efek samping yang lain frekuensi kejadiannya sangat kecil, kurang dari 3%.

Efek samping berupa fotosensitifitas atau fototoksisitas juga pernah dilaporkan setelah pemakaian fluoroquinolone, termasuk moxifloxacin. Pasien sebaiknya tidak terlalu sering terpajan sinar matahari langsung karena penggunaan moxifloxacin meningkatkan risiko sun burn. Daerah predileksi sun burn adalah di wajah, leher, permukaan ekstensor lengan bawah, dan tangan bagian dorsal.

Moxifloxacin, seperti fluoroquinolone lainnya, berhubungan dengan peningkatan kadar enzim hati selama terapi. Kelainan yang timbul umumnya ringan, asimptomatik, dan bersifat sementara. Pada keadaan yang lebih jarang, moxifloxacin dapat menyebabkan acute liver injury yang berat dan bersifat fatal bagi pasien. Selain itu, obat golongan fluoroquinolone juga berkaitan dengan risiko disglikemia pada pasien diabetes mellitus.[3,5,9,11]

Pengaruh pada Flora Intestinal Manusia

Perubahan pada flora intestinal manusia diobservasi pada relawan yang diberikan moxifloxacin per oral. Ditemukan penurunan jumlah Escherichia coli, Bacillus spp., Enterococcus spp., dan Klebsiella spp. Selain itu juga ditemukan penurunan jumlah bakteri anaerob Bacteroides vulgatus, Bifidobacterium spp., Eubacterium spp., dan Peptostreptococcus spp. Sementara, jumlah Bacteroides fragilis justru meningkat.[14]

Interaksi Obat

Obat-obatan seperti antasida, sukralfat, multivitamin, dan obat lain yang mengandung kation multivalen dapat menghambat absorpsi moxifloxacin. Bila diberikan bersama warfarin, moxifloxacin dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin. Moxifloxacin juga dapat meningkatkan proaritmik efek dari obat antiaritmia kelas IA, seperti hydroquinidine dan disopyramide, serta obat antiaritmia kelas III seperti amiodarone, sotalol, dan dofetilide.[3]

Interaksi dengan Antasida dan Preparat yang Mengandung Kation Multivalen

Moxifloxacin dapat berikatan (membentuk kelat/chelates) dengan kation logam seperti aluminium, magnesium, besi, dan seng yang terdapat dalam antasida, sukralfat, multivitamin, maupun beberapa sediaan obat lain.

Pembentukan kompleks ini menghambat absorpsi moxifloxacin di saluran cerna sehingga konsentrasi obat yang mencapai sirkulasi sistemik menjadi jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek antibakteri optimal. Oleh karena itu, untuk menghindari penurunan efektivitas terapi, moxifloxacin dianjurkan diberikan setidaknya 4 jam sebelum atau 8 jam setelah penggunaan obat-obat tersebut.[3]

Interaksi dengan Warfarin

Fluoroquinolone, termasuk moxifloxacin, dilaporkan dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan turunannya. Akibatnya, pasien yang menerima kombinasi kedua obat tersebut berisiko mengalami peningkatan waktu pembekuan darah dan perdarahan. Risiko ini dapat diperberat oleh faktor lain yang sering menyertai pasien infeksi, seperti proses inflamasi, usia lanjut, dan kondisi umum pasien yang buruk.[3]

Interaksi dengan Obat Antidiabetik

Penggunaan moxifloxacin bersamaan dengan obat antidiabetik dapat menyebabkan gangguan regulasi glukosa darah, baik berupa hipoglikemia maupun hiperglikemia. Mekanisme pasti interaksi ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi fenomena tersebut telah dilaporkan pada penggunaan fluoroquinolone secara umum.

Oleh karena itu, kadar glukosa darah harus dipantau secara berkala pada pasien diabetes yang menerima moxifloxacin. Jika terjadi hipoglikemia yang signifikan, terapi moxifloxacin harus segera dihentikan dan diberikan penanganan yang sesuai.[3]

Interaksi dengan Obat Antiinflamasi Nonsteroid

Pemberian moxifloxacin bersama OAINS berpotensi meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat. Interaksi ini dapat meningkatkan risiko efek neurologis seperti gelisah, tremor, hingga kejang, terutama pada pasien yang memiliki faktor predisposisi terhadap gangguan neurologis. Penggunaan kombinasi kedua golongan obat ini perlu dilakukan secara hati-hati, terutama pada pasien dengan riwayat epilepsi atau kondisi yang menurunkan ambang kejang.[3]

Interaksi dengan Obat yang Memperpanjang Interval QT

Moxifloxacin diketahui memiliki kemampuan memperpanjang interval QT pada elektrokardiogram (EKG). Jika digunakan bersamaan dengan obat lain yang juga memperpanjang interval QT, efek tersebut dapat bersifat additif dan meningkatkan risiko terjadinya aritmia ventrikel serius, termasuk torsades de pointes.

Risiko ini terutama menjadi perhatian pada penggunaan bersama obat antiaritmia kelas IA (misalnya quinidine dan procainamide) serta kelas III (misalnya sotalol, amiodaron, dan dofetilid). Kombinasi moxifloxacin dengan obat-obat tersebut sebaiknya dihindari.[3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

3. FDA. Highlights of prescribing information: Avelox (Moxifloxacin). 2025. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2025/021085s069,021277s065lbl.pdf
5. Medscape. Moxifloxacin. 2026. https://reference.medscape.com/drug/avelox-moxifloxacin-systemic-moxifloxacin-342537
9. MIMS. Moxifloxacin. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/moxifloxacin/
11. ASHP. Moxifloxacin. 2026. https://www.drugs.com/monograph/moxifloxacin.html
14. Yan A, Bryant EE. Quinolones. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557777/

Indikasi dan Dosis Moxifloxacin
Penggunaan Pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi
    Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi
  • Obat Baru Untuk Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat
    Obat Baru Untuk Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat
  • Manfaat dan Pilihan Antibiotik Profilaksis untuk Penyakit Paru Obstruksi Kronik
    Manfaat dan Pilihan Antibiotik Profilaksis untuk Penyakit Paru Obstruksi Kronik
  • Menelaah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Tuberkulosis 2019
    Menelaah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Tuberkulosis 2019
  • Risiko Fluoroquinolone pada Pasien Diabetes Mellitus
    Risiko Fluoroquinolone pada Pasien Diabetes Mellitus

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 18 September 2026, 11:40
ALOMEDIKA AI Dukung Dokter Hadapi Ledakan Pengetahuan Medis
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
1 Balasan
ALO Dokter.Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi/website Alomedika: https://www.alomedika.com/aiPengetahuan medis terus berkembang, sementara waktu...
dr.Fikri
Dibalas 17 September 2026, 14:32
Kontrasepsi pada Hipertensi: Bisakah AI Membantu Memilih yang Aman?
Oleh: dr.Fikri
1 Balasan
Pasien perempuan berusia 33 tahun datang untuk konsultasi kontrasepsi. Pasien memilki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan siklus haid yang tidak teratur....
dr. Muh Bayu Setiono
Dibalas 17 September 2026, 22:40
Rahang Sulit Terbuka
Oleh: dr. Muh Bayu Setiono
1 Balasan
Permisi rekan dokter semua, mau sharing kasusPerempuan usia 28 tahun mengaku sulit membuka rahangnya sejak 5 bulan lalu. Awalnya hanya selebar 1 jari,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.