Efek Samping dan Interaksi Obat Moxifloxacin
Efek samping moxifloxacin yang paling sering muncul adalah mual, diare, nyeri kepala, dan pusing. Efek samping lain lebih jarang terjadi, tetapi perlu diperhatikan apabila terjadi efek samping serius seperti tendinitis, ruptur tendon, arthralgia, myalgia, neuropati perifer, dan gangguan pada sistem saraf pusat lainnya. Interaksi moxifloxacin dengan obat yang mengandung kation multivalen dapat menghambat absorpsi.[3,5,9,11]
Efek Samping
Efek samping yang paling sering timbul adalah mual (7%), diare (6%), nyeri kepala dan pusing (3%). Sementara itu, efek samping yang lain frekuensi kejadiannya sangat kecil, kurang dari 3%.
Efek samping berupa fotosensitifitas atau fototoksisitas juga pernah dilaporkan setelah pemakaian fluoroquinolone, termasuk moxifloxacin. Pasien sebaiknya tidak terlalu sering terpajan sinar matahari langsung karena penggunaan moxifloxacin meningkatkan risiko sun burn. Daerah predileksi sun burn adalah di wajah, leher, permukaan ekstensor lengan bawah, dan tangan bagian dorsal.
Moxifloxacin, seperti fluoroquinolone lainnya, berhubungan dengan peningkatan kadar enzim hati selama terapi. Kelainan yang timbul umumnya ringan, asimptomatik, dan bersifat sementara. Pada keadaan yang lebih jarang, moxifloxacin dapat menyebabkan acute liver injury yang berat dan bersifat fatal bagi pasien. Selain itu, obat golongan fluoroquinolone juga berkaitan dengan risiko disglikemia pada pasien diabetes mellitus.[3,5,9,11]
Pengaruh pada Flora Intestinal Manusia
Perubahan pada flora intestinal manusia diobservasi pada relawan yang diberikan moxifloxacin per oral. Ditemukan penurunan jumlah Escherichia coli, Bacillus spp., Enterococcus spp., dan Klebsiella spp. Selain itu juga ditemukan penurunan jumlah bakteri anaerob Bacteroides vulgatus, Bifidobacterium spp., Eubacterium spp., dan Peptostreptococcus spp. Sementara, jumlah Bacteroides fragilis justru meningkat.[14]
Interaksi Obat
Obat-obatan seperti antasida, sukralfat, multivitamin, dan obat lain yang mengandung kation multivalen dapat menghambat absorpsi moxifloxacin. Bila diberikan bersama warfarin, moxifloxacin dapat meningkatkan efek antikoagulan dari warfarin. Moxifloxacin juga dapat meningkatkan proaritmik efek dari obat antiaritmia kelas IA, seperti hydroquinidine dan disopyramide, serta obat antiaritmia kelas III seperti amiodarone, sotalol, dan dofetilide.[3]
Interaksi dengan Antasida dan Preparat yang Mengandung Kation Multivalen
Moxifloxacin dapat berikatan (membentuk kelat/chelates) dengan kation logam seperti aluminium, magnesium, besi, dan seng yang terdapat dalam antasida, sukralfat, multivitamin, maupun beberapa sediaan obat lain.
Pembentukan kompleks ini menghambat absorpsi moxifloxacin di saluran cerna sehingga konsentrasi obat yang mencapai sirkulasi sistemik menjadi jauh lebih rendah dari yang dibutuhkan untuk menghasilkan efek antibakteri optimal. Oleh karena itu, untuk menghindari penurunan efektivitas terapi, moxifloxacin dianjurkan diberikan setidaknya 4 jam sebelum atau 8 jam setelah penggunaan obat-obat tersebut.[3]
Interaksi dengan Warfarin
Fluoroquinolone, termasuk moxifloxacin, dilaporkan dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan turunannya. Akibatnya, pasien yang menerima kombinasi kedua obat tersebut berisiko mengalami peningkatan waktu pembekuan darah dan perdarahan. Risiko ini dapat diperberat oleh faktor lain yang sering menyertai pasien infeksi, seperti proses inflamasi, usia lanjut, dan kondisi umum pasien yang buruk.[3]
Interaksi dengan Obat Antidiabetik
Penggunaan moxifloxacin bersamaan dengan obat antidiabetik dapat menyebabkan gangguan regulasi glukosa darah, baik berupa hipoglikemia maupun hiperglikemia. Mekanisme pasti interaksi ini belum sepenuhnya dipahami, tetapi fenomena tersebut telah dilaporkan pada penggunaan fluoroquinolone secara umum.
Oleh karena itu, kadar glukosa darah harus dipantau secara berkala pada pasien diabetes yang menerima moxifloxacin. Jika terjadi hipoglikemia yang signifikan, terapi moxifloxacin harus segera dihentikan dan diberikan penanganan yang sesuai.[3]
Interaksi dengan Obat Antiinflamasi Nonsteroid
Pemberian moxifloxacin bersama OAINS berpotensi meningkatkan stimulasi sistem saraf pusat. Interaksi ini dapat meningkatkan risiko efek neurologis seperti gelisah, tremor, hingga kejang, terutama pada pasien yang memiliki faktor predisposisi terhadap gangguan neurologis. Penggunaan kombinasi kedua golongan obat ini perlu dilakukan secara hati-hati, terutama pada pasien dengan riwayat epilepsi atau kondisi yang menurunkan ambang kejang.[3]
Interaksi dengan Obat yang Memperpanjang Interval QT
Moxifloxacin diketahui memiliki kemampuan memperpanjang interval QT pada elektrokardiogram (EKG). Jika digunakan bersamaan dengan obat lain yang juga memperpanjang interval QT, efek tersebut dapat bersifat additif dan meningkatkan risiko terjadinya aritmia ventrikel serius, termasuk torsades de pointes.
Risiko ini terutama menjadi perhatian pada penggunaan bersama obat antiaritmia kelas IA (misalnya quinidine dan procainamide) serta kelas III (misalnya sotalol, amiodaron, dan dofetilid). Kombinasi moxifloxacin dengan obat-obat tersebut sebaiknya dihindari.[3]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha