Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Moxifloxacin general_alomedika 2026-08-25T17:33:17+07:00 2026-08-25T17:33:17+07:00
Moxifloxacin
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui Moxifloxacin

Oleh :
dr. Reren Ramanda
Share To Social Media:

Penggunaan moxifloxacin pada kehamilan dan menyusui tidak disarankan karena moxifloxacin termasuk dalam kategori C oleh FDA dan B3 oleh TGA. Meski tidak diketahui apakah moxifloxacin dikeluarkan ke ASI manusia, studi pada hewan menunjukkan bahwa obat ini dikeluarkan ke air susu.[9-11]

Penggunaan pada Kehamilan

Moxifloxacin tergolong obat kategori C menurut FDA, karena belum ada studi yang adekuat yang telah dilakukan pada wanita hamil, sehingga pemberian hanya dilakukan bila manfaat dianggap lebih besar dari kemungkinan risiko yang timbul.[9]

TGA memasukkan moxifloxacin dalam kategori B3. Ini berarti obat telah digunakan oleh sejumlah kecil ibu hamil dan wanita usia produktif tanpa peningkatan frekuensi malformasi maupun efek yang merugikan secara langsung atau tidak langsung terhadap fetus. Namun, studi pada hewan menunjukkan peningkatan kejadian kerusakan fetus, yang signifikansinya pada fetus manusia belum diketahui dengan pasti.[10]

Keamanan penggunaan moxifloxacin selama kehamilan belum dapat dipastikan karena tidak tersedia data yang memadai pada manusia untuk menentukan risiko terhadap janin. Berdasarkan hasil penelitian pada hewan, moxifloxacin tidak terbukti menyebabkan malformasi kongenital pada tikus, kelinci, maupun monyet pada paparan hingga 0,24–2,5 kali dosis klinis manusia.

Namun, pada dosis yang menimbulkan toksisitas maternal, ditemukan beberapa efek merugikan, seperti penurunan berat badan janin dan neonatus, keterlambatan perkembangan rangka, peningkatan variasi skeletal, peningkatan kehilangan janin, serta penurunan kelangsungan hidup neonatus. Temuan ini menunjukkan adanya potensi risiko terhadap perkembangan janin meskipun tidak ditemukan efek teratogenik yang jelas.

Bila ibu mengalami pneumonia, eksaserbasi bakteri akut pada bronkitis kronis, rhinosinusitis bakterial, konjungtivitis bakterial, infeksi kulit, atau infeksi intraabdomen, sebaiknya mempertimbangkan pilihan terapi lain yang sudah terbukti keamanannya bagi ibu hamil.[3,11]

Penggunaan pada Ibu Menyusui

Keamanan penggunaan moxifloxacin pada ibu menyusui belum dapat dipastikan karena belum diketahui secara pasti apakah obat ini diekskresikan ke dalam ASI manusia. Namun, berdasarkan penelitian pada hewan, moxifloxacin ditemukan dalam susu tikus menyusui, sehingga kemungkinan obat ini juga dapat diekskresikan ke dalam ASI manusia.

Meskipun jumlah obat yang terdeteksi dalam susu tikus sangat rendah (sekitar 0,03% dari dosis yang diberikan), potensi paparan pada bayi yang disusui tetap perlu dipertimbangkan. Oleh karena itu, keputusan penggunaan moxifloxacin pada ibu menyusui harus mempertimbangkan manfaat menyusui bagi bayi, kebutuhan klinis ibu terhadap terapi antibiotik, serta potensi risiko efek samping pada bayi yang disusui.[3]

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

3. FDA. Highlights of prescribing information: Avelox (Moxifloxacin). 2025. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2025/021085s069,021277s065lbl.pdf
9. MIMS. Moxifloxacin. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/moxifloxacin/
10. TGA. Prescribing medicines in pregnancy database. 2026. https://www.tga.gov.au/resources/health-professional-information-and-resources/australian-categorisation-system-prescribing-medicines-pregnancy/prescribing-medicines-pregnancy-database
11. ASHP. Moxifloxacin. 2026. https://www.drugs.com/monograph/moxifloxacin.html

Efek Samping dan Interaksi Obat ...
Kontraindikasi dan Peringatan Mo...

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi
    Tata Laksana Febrile Neutropenia Pasca Kemoterapi
  • Obat Baru Untuk Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat
    Obat Baru Untuk Penatalaksanaan Tuberkulosis Resistan Obat
  • Manfaat dan Pilihan Antibiotik Profilaksis untuk Penyakit Paru Obstruksi Kronik
    Manfaat dan Pilihan Antibiotik Profilaksis untuk Penyakit Paru Obstruksi Kronik
  • Menelaah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Tuberkulosis 2019
    Menelaah Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Tuberkulosis 2019
  • Risiko Fluoroquinolone pada Pasien Diabetes Mellitus
    Risiko Fluoroquinolone pada Pasien Diabetes Mellitus

Lebih Lanjut

Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA AI
Dibalas 18 September 2026, 11:40
ALOMEDIKA AI Dukung Dokter Hadapi Ledakan Pengetahuan Medis
Oleh: dr. ALOMEDIKA AI
1 Balasan
ALO Dokter.Segera gunakan ALOMEDIKA AI melalui aplikasi/website Alomedika: https://www.alomedika.com/aiPengetahuan medis terus berkembang, sementara waktu...
dr.Fikri
Dibalas 17 September 2026, 14:32
Kontrasepsi pada Hipertensi: Bisakah AI Membantu Memilih yang Aman?
Oleh: dr.Fikri
1 Balasan
Pasien perempuan berusia 33 tahun datang untuk konsultasi kontrasepsi. Pasien memilki riwayat hipertensi tidak terkontrol dan siklus haid yang tidak teratur....
dr. Muh Bayu Setiono
Dibalas 17 September 2026, 22:40
Rahang Sulit Terbuka
Oleh: dr. Muh Bayu Setiono
1 Balasan
Permisi rekan dokter semua, mau sharing kasusPerempuan usia 28 tahun mengaku sulit membuka rahangnya sejak 5 bulan lalu. Awalnya hanya selebar 1 jari,...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.