Formulasi Chlorpromazine
Formulasi chlorpromazine di Indonesia adalah dalam sediaan tablet salut selaput dan cairan injeksi. Pemberian chlorpromazine parenteral biasanya diindikasikan untuk tata laksana intractable hiccup, atau secara off label untuk migraine.[2,3,6,9]
Bentuk Sediaan
Chlorpromazine oral di Indonesia tersedia dalam bentuk tablet salut selaput kekuatan 25 mg dan 100 mg. Chlorpromazine juga tersedia sebagai cairan injeksi dengan kekuatan 5 mg/mL dan 25 mg/mL dalam ampul 2 mL. Selain itu, terdapat sediaan larutan oral chlorpromazine dengan kekuatan 25 mg/5 mL, tetapi tidak tersedia di Indonesia.[2,3,6]
Cara Penggunaan
Chlorpromazine dapat digunakan per oral, dan sebagai injeksi intramuskular (IM) atau intravena (IV). Injeksi chlorpromazine biasa digunakan untuk mengatasi mual muntah hebat, atau pada intractable hiccup.[2]
Oral
Pada gangguan psikotik, terapi chlorpromazine biasanya dimulai dengan pemberian oral untuk pengobatan jangka panjang, karena respons terapeutik awal umumnya muncul dalam 1–4 minggu dan efek optimal dapat memerlukan waktu hingga 6 bulan atau lebih.
Setelah dosis optimal tercapai, dosis tersebut dipertahankan selama sekitar 2 minggu, kemudian diturunkan secara bertahap hingga mencapai dosis pemeliharaan terendah yang masih efektif. Pasien yang menjalani terapi jangka panjang perlu dievaluasi secara berkala untuk menentukan apakah dosis dapat dikurangi atau terapi dapat dihentikan.[2]
Injeksi
Pada kondisi yang memerlukan pengendalian gejala secara cepat, terutama gejala psikotik berat atau agitasi akut, chlorpromazine dapat diberikan melalui injeksi intramuskular (IM) atau intravena (IV).
Injeksi IM diberikan secara perlahan dan dalam ke massa otot besar, seperti kuadran atas luar otot gluteus maximus. Bila terjadi iritasi lokal, larutan dapat diencerkan dengan natrium klorida 0,9% atau prokain hidroklorida 2%. Pemberian parenteral umumnya dianjurkan pada pasien yang berbaring, dan pasien sebaiknya tetap dalam posisi berbaring setidaknya 30 menit setelah injeksi untuk mengurangi risiko hipotensi ortostatik.
Pemberian IV harus selalu menggunakan larutan yang telah diencerkan. Jangan diberikan tanpa pengenceran. Infuskan obat secara perlahan. Setelah kondisi pasien terkendali, terapi parenteral sebaiknya diganti dengan pemberian oral untuk pemeliharaan jangka panjang.[2]
Cara Penyimpanan
Chlorpromazine disarankan untuk disimpan dalam kemasan yang kedap udara, pada tempat yang kering dan sejuk. Suhu ruangan sebaiknya sekitar 20–25°C. Larutan chlorpromazine tidak boleh dibekukan, dan pastikan obat injeksi tidak berubah warna dan tidak ada sedimentasi sebelum digunakan.[2,3]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha