Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Akalasia general_alomedika 2026-08-06T08:40:28+07:00 2026-08-06T08:40:28+07:00
Akalasia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Akalasia

Oleh :
dr. Audrey Amily
Share To Social Media:

Akalasia atau achalasia merupakan gangguan motilitas esofagus yang menyebabkan kesulitan untuk menelan makanan padat maupun cairan. Gangguan motilitas esofagus ini diakibatkan oleh degenerasi pleksus saraf myenteric pada dinding esofagus.[1]

Degenerasi saraf menyebabkan hilangnya gerakan peristaltik esofagus dan kegagalan relaksasi sfingter bawah esofagus, terutama saat menelan makanan ataupun cairan. Perjalanan penyakit akalasia terjadi secara progresif. Gejala akan bertambah parah akibat regurgitasi makanan yang terus terjadi, sehingga terjadi aspirasi.[1]

achalasiacomp

Etiologi akalasia bersifat multifaktorial, yang mencakup faktor autoimun, genetik, dan viral. Hingga saat ini, etiologi akalasia masih belum jelas dan masih dipelajari lebih lanjut. Keluhan yang paling sering dialami pasien akalasia adalah disfagia, nyeri dada seperti sensasi terbakar, regurgitasi makanan, dan penurunan berat badan.[1,2]

Diagnosis akalasia patut dicurigai jika keluhan-keluhan tersebut bertahan lama dan tidak membaik dengan pengobatan. Pemeriksaan penunjang awal yang umum adalah esofagogram dan endoskopi. Namun, pemeriksaan baku emas adalah manometri. Diagnosis pasti dapat ditegakkan bila manometri esofagus menunjukkan aperistaltis esofagus dan kegagalan sfingter bawah esofagus untuk relaksasi.[2,3]

Penatalaksanaan utama yang menjadi pilihan pada akalasia adalah pneumatic balloon dilatation atau miotomi laparoskopi. Namun, terdapat juga tata laksana farmakologis akalasia dengan pemberian nifedipine dan nitrogen oksida.[2,3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

1. Moonen A, Boeckxstaens G. Current Diagnosis and Management of Achalasia. Journal of Clinical Gastroenterology. 2014;48(6):484-490.
2. Pressman A, Behar J. Etiology and Pathogenesis of Idiopathic Achalasia. Journal of Clinical Gastroenterology. 2017;51(3):195-202.
3. O’Neill O, Johnston BT, Coleman HG. Achalasia: A review of clinical diagnosis, epidemiology, treatment and outcomes. World Journal of Gastroenterology. 2013;19(35):5806-5812.

Patofisiologi Akalasia
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 12 jam yang lalu
Vaksin polio untuk umroh apakah diberikan pengulangan tiap 1 tahun jika mau berangkat atau hanya 1x booster seumur hidup
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat siang dokter, mohon arahannya terkait pemberian vaksin polio untuk umroh, yang pernah saya baca dulu dapat diberikan pengulangan tiap 1 tahun jika...
dr.Mutia
Dibalas 12 jam yang lalu
Obat Asma untuk Bumil G2P1A0 usia kehamilan 27-28 minggu dengan keluhan batuk, pilek, demam, & sesak selama 2 hari
Oleh: dr.Mutia
2 Balasan
Selamat siang dok, izin diskusi dok Hari ini saya kedatangan pasien d PKM, Ibu hamil G2P1A0 H ± 27 -28 week JTH, dgn kepuhan Batuk (+) Pilek (+) Demam (+),...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 02 Oktober 2026, 10:01
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - AI Cardiology Update: Prediksi Risiko hingga Keamanan Peresepan - Kamis, 22 Oktober 2026 Jam: 10.00- 11.30 WIB
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
2 Balasan
ALO Dokter.Artificial intelligence (AI) sudah lama masuk ke bidang kardiologi. Dari membantu interpretasi EKG, teknologi ini kini semakin berkembang hingga...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.