Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Defisiensi Citrin annisa-meidina 2026-02-25T07:17:35+07:00 2026-02-25T07:17:35+07:00
Defisiensi Citrin
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Defisiensi Citrin

Oleh :
dr.Dizi Bellari Putri
Share To Social Media:

Defisiensi citrin adalah kelainan metabolisme resesif autosomal yang menyebabkan penyakit liver, abnormalitas metabolisme kolesterol, dan kadar amonia tinggi, yang bisa mencetuskan kejang atau kelainan neurologi lainnya. Defisiensi citrin disebabkan oleh mutasi di gen SLC25A13, yang mengkode aspartate–glutamate carrier 2 (AGC2), atau disebut citrin.

Citrin merupakan komponen jalur malat-aspartat, yang penting untuk mentransfer Nicotinamide Adenine Dinucleotide (NADH) dan aspartat dari mitokondria ke sitosol. Ketika citrin mengalami kerusakan atau tidak ada, jalur malat-aspartat dan siklus urea akan terganggu secara langsung.

sick newborn, Defisiensi Citrin

Defisiensi citrin relatif umum terjadi pada populasi Asia Timur dan sekarang diakui sebagai penyakit lintas etnis. Prevalensi carrier mutasi gen SLC25A13 penyebab defisiensi citrin diperkirakan sekitar 1 dari 65 individu di Tiongkok, 1 dari 112 di Korea, dan 1 dari 69 di Jepang.[1–3]

Defisiensi citrin berkembang dalam tiga tahap klinis yang bergantung pada usia. Neonatal intrahepatic cholestasis caused by citrin deficiency (NICCD) muncul pada neonatus dan bayi dengan kolestasis intrahepatik dan gangguan fungsi hati. Gagal tumbuh dan dislipidemia, atau failure to thrive and dyslipidemia caused by citrin deficiency (FTTDCD), terjadi pada bayi besar hingga anak.[2,3]

Citrullinemia type II (CTLN2), yang kini disebut adolescent and adult citrin deficiency (AACD), muncul pada remaja akhir atau dewasa dengan episode hiperamonemia hingga menimbulkan gangguan neurologis dan neuropsikiatri.

Karakteristik khas pada individu dengan defisiensi citrin adalah preferensi yang kuat terhadap makanan tinggi protein dan tinggi lemak, disertai penolakan yang nyata terhadap makanan tinggi karbohidrat atau manis. Kelebihan karbohidrat atau konsumsi alkohol dapat memicu krisis metabolik akut pada pasien yang rentan.[1,3]

Terapi defisiensi citrin mengutamakan konsumsi diet tinggi protein dan lemak, disertai diet rendah karbohidrat. Suplementasi medium-chain triglyceride (MCT) merupakan terapi adjuvan yang penting karena menyediakan energi bagi hepatosit, meningkatkan proses lipogenesis, serta mengaktifkan shuttle malat–sitrat.[1,4]

NICCD umumnya berprognosis baik dengan perbaikan dalam 12–24 bulan, meski sebagian kecil pasien berkembang menjadi penyakit hati berat. FTTDCD relatif stabil, akan tetapi 10–20% kasus mengalami progresi ke AACD. AACD merupakan fenotipe yang paling berat dengan risiko mortalitas, terutama pada pasien dengan tanda ensefalopati hepatik akut. Oleh karena itu, diagnosis dini dan manajemen metabolik yang tepat penting untuk mencegah progresi penyakit dan komplikasi serius.[2,5]

Referensi

1. Ahmed, F. W., Majeed, M. S., & Kirresh, O. (2025). Non-diabetic hypoglycemia. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK573079/
2. Achufusi, T. G. O., Safadi, A. O., & Mahabadi, N. (2025). Ursodeoxycholic acid. In StatPearls. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK545303/
3. Berry, G. T. (2021). Classic galactosemia and clinical variant galactosemia. In M. P. Adam et al. (Eds.), GeneReviews®. University of Washington. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK1518/
4. Häberle, J. (2024). Citrin deficiency—The East-side story. Journal of Inherited Metabolic Disease, 47(6), 1129–1133. https://doi.org/10.1002/jimd.12772
5. Hayasaka, K. (2024). Pathogenesis and management of citrin deficiency. Internal Medicine, 63(14), 1977–1986. https://doi.org/10.2169/internalmedicine.2595-23

Patofisiologi Defisiensi Citrin

Artikel Terkait

  • Identifikasi Kelainan Kromosom dengan Non-Invasive Prenatal Testing
    Identifikasi Kelainan Kromosom dengan Non-Invasive Prenatal Testing
  • Faktor-faktor yang Meningkatkan Kualitas Non-invasive Prenatal Testing
    Faktor-faktor yang Meningkatkan Kualitas Non-invasive Prenatal Testing
  • Next Generation Sequencing (NGS) sebagai Evolusi - Transformasi Diagnosis Prenatal
    Next Generation Sequencing (NGS) sebagai Evolusi - Transformasi Diagnosis Prenatal
  • Transformasi Diagnosis Prenatal: Karyotype, Microarray, dan Next Generation Sequencing (NGS) – Video Alomedika
    Transformasi Diagnosis Prenatal: Karyotype, Microarray, dan Next Generation Sequencing (NGS) – Video Alomedika
Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 23 Juli 2025, 19:09
Gene Recessive Disease: Skrining pada Janin dan Bayi - Video Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter. Ikuti video Alomedika berikut ini, agar lebih mengetahui apa itu NIPT untuk skrining gene recessive disease! Klik link...
Anonymous
Dibalas 10 Maret 2022, 10:53
Ibu hamil dengan kriteria apa saja yang perlu menjalani NIPT - Obgyn Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dr. Utomo Budidarmo, SpOG, M.KesIzin bertanya, Dok. Ibu hamil dengan kriteria seperti apakah yang sebaiknya dianjurkan oleh tenaga medis untuk menjalani...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.