Diagnosis Gonorrhea
Diagnosis gonorrhea atau gonore dilakukan melalui penggalian riwayat hubungan seksual yang berisiko, gejala keluarnya cairan purulen dari kemaluan, dan pemeriksaan fisik pada regio genitalia. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan menguji spesimen urine, uretra untuk pria, endoserviks atau vagina untuk wanita, menggunakan pewarnaan Gram, kultur, dan tes amplifikasi asam nukleat.
Anamnesis
Masa inkubasi gonorrhea urogenital berkisar antara 2-7 hari setelah terpapar dengan pasangan seksual yang terinfeksi. Seperti penyakit menular seksual lainnya, penggalian anamnesis perlu menanyakan riwayat dan tata laksana penyakit menular seksual sebelumnya, riwayat hubungan seksual, gejala pada pasangan, dan penggunaan kontrasepsi. Pada wanita, juga perlu ditanyakan mengenai hari pertama haid terakhir, riwayat paritas, maupun riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.[2]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)