Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pes (Plague) nurh-syadawani 2026-10-09T13:30:35+07:00 2026-10-09T13:30:35+07:00
Pes (Plague)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Pes (Plague)

Oleh :
dr.Nurh Syada
Share To Social Media:

Penyakit wabah pes atau plague dikenal sebagai infeksi mematikan yang disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis. Secara klinis, penyakit ini terbagi menjadi tiga bentuk utama, yaitu: pes bubo (bubonic plague) yang menyerang kelenjar getah bening, pes septisemia (septicemic plague) yang menginfeksi aliran darah, dan pes paru-paru (pneumonic plague) yang menyerang saluran pernapasan. Di antara ketiganya, pes paru-paru merupakan bentuk yang paling berat, fulminan, serta dapat menular secara langsung antar manusia melalui percikan udara.[1,3]

Secara epidemiologis, penyakit ini bersifat zoonotik dan endemik pada populasi hewan pengerat liar. Bagi konteks kesehatan di Indonesia, meskipun kasus pada manusia saat ini sangat jarang ditemukan, kewaspadaan epidemiologis tetap krusial. Sistem surveilans zoonosis yang berkelanjutan sangat diperlukan, terutama di wilayah-wilayah yang secara historis pernah menjadi fokus endemis penyebaran pes melalui vektor pinjal.[3,7]

Pes Plague

Selain penularan alamiah, potensi transmisi secara aerosol menjadikan aspek biosekuriti di fasilitas laboratorium sebagai titik kritis pencegahan. Insiden kecelakaan laboratorium, seperti kasus paparan yang dilaporkan di Rusia, menjadi pengingat klinis tegas bahwa Yersinia pestis mempertahankan tingkat virulensi yang ekstrem dan tetap menjadi ancaman medis nyata di era modern.[1,2,5]

Oleh karena itu, dokter di Indonesia perlu memiliki tingkat kecurigaan klinis yang tinggi saat mengevaluasi pasien pneumonia berat dengan presentasi batuk darah (hemoptisis), demam tinggi onset akut, serta perburukan pernapasan maupun hemodinamik yang sangat progresif.[3,6]

Mengingat tingkat kematian yang tinggi, prinsip utama penatalaksanaan kedaruratan infeksi ini adalah inisiasi terapi sedini mungkin. Pendekatan ini mencakup penerapan protokol isolasi ketat secara langsung  dan pemberian terapi antimikroba empiris yang agresif, tanpa menunda untuk menunggu konfirmasi hasil diagnostik laboratorium.[1-3]

Referensi

1. Wise J. Russia plague outbreak after reported death of lab worker: what you need to know. BMJ. 2026;395:e101046. doi:10.1136/bmj-2026-101046
2. World Health Organization. Plague fact sheet. World Health Organization. Published 2023. Accessed October 8, 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/plague
3. Nelson CA, Meaney-Delman D, Fleck-Derderian S, Cooley KM, Yu PA, Mead PS. Antimicrobial treatment and prophylaxis of plague: recommendations for naturally acquired infections and bioterrorism response. MMWR Recomm Rep. 2021;70(3):1-27. doi:10.15585/mmwr.rr7003a1
4. Ansari I, Grier G, Byers M. Deliberate release: plague – a review. J Biosaf Biosecur. 2020;2(1):10-22. doi:10.1016/j.jobb.2020.02.001
5. Glatter KA, Finkelman P. History of the plague: an ancient pandemic for the age of COVID-19. Am J Med. 2021;134(2):176-181. doi:10.1016/j.amjmed.2020.08.019
6. Barbieri R, Signoli M, Chevé D, et al. Yersinia pestis: the natural history of plague. Clin Microbiol Rev. 2021;34(1):e00044-19. doi:10.1128/CMR.00044-19
7. Yang R. Plague: recognition, treatment, and prevention. J Clin Microbiol. 2018;56(1):e01519-17. doi:10.1128/jcm.01519-17

Patofisiologi Pes (Plague)

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
    Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 06 Oktober 2026, 10:51
Kematian Peneliti di Rusia akibat Pneumonic Plague: Seberapa Besar Risiko Epidemi?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter,The BMJ pada tanggal 5 Oktober 2026 melaporkan kematian seorang peneliti laboratorium wanita berusia 28 tahun di sebuah institut riset dekat...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.