Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Pes (Plague) nurh-syadawani 2026-10-09T13:26:05+07:00 2026-10-09T13:26:05+07:00
Pes (Plague)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Pes (Plague)

Oleh :
dr.Nurh Syada
Share To Social Media:

Etiologi wabah pes atau plague disebabkan bakteri Yersinia pestis, yang merupakan bakteri gram negatif berbentuk kokobasilus, non-motil, tidak membentuk spora, dan merupakan patogen intraseluler fakultatif dari famili Enterobacteriaceae. Bakteri ini memiliki tingkat virulensi yang sangat tinggi serta riwayat historis sebagai pemicu pandemi global yang mematikan.[3,4]

Faktor Risiko

Faktor risiko penularan wabah pes sangat berkaitan dengan paparan lingkungan dan okupasional. Risiko tinggi dijumpai pada individu dengan pekerjaan atau aktivitas yang melibatkan kontak dengan hewan pengerat (rodensia) liar, atau mereka yang berada di wilayah geografis endemik yang menjadi habitat dan reservoir alami pinjal pembawa bakteri.[1,3]

Risiko transmisi antarmanusia secara langsung juga dapat terjadi melalui kontak erat dengan pasien pneumonic plague tanpa proteksi alat pelindung diri (APD) dan kewaspadaan transmisi droplet yang memadai, mengingat patogen pada bentuk klinis ini dapat menular secara eksponensial melalui inhalasi sekresi pernapasan.[1-3]

Pada ranah okupasional, individu yang bekerja di fasilitas penelitian atau laboratorium mikrobiologi yang menangani kultur hidup Yersinia pestis memiliki kerentanan yang signifikan terhadap laboratory-acquired infection, terutama akibat insiden kecelakaan kerja atau paparan aerosolisasi.[1,3,4]

Selain risiko alamiah dan okupasional, Yersinia pestis juga memiliki potensi ancaman yang signifikan sebagai agen bioterorisme. Bakteri ini diklasifikasikan sebagai agen berisiko tinggi karena kemampuannya untuk disebarkan melalui aerosol, yang dapat memicu wabah pneumonic plague yang menyebar dengan cepat dan sangat mematikan.[1,8]

Secara historis, patogen ini telah digunakan sebagai senjata biologis dalam berbagai insiden, seperti pada Pengepungan Caffa (Siege of Caffa) dan serangan Unit 731 oleh Kekaisaran Jepang. Kemudahan transmisi antarmanusia melalui droplet pernapasan, dikombinasikan dengan tingkat mortalitas yang tinggi apabila tidak ditangani dengan segera, menjadikannya ancaman senjata biologis yang parah yang mampu menyebabkan kepanikan luas dan korban massal.[8]

Referensi

1. Wise J. Russia plague outbreak after reported death of lab worker: what you need to know. BMJ. 2026;395:e101046. doi:10.1136/bmj-2026-101046
2. World Health Organization. Plague fact sheet. World Health Organization. Published 2023. Accessed October 8, 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/plague
3. Nelson CA, Meaney-Delman D, Fleck-Derderian S, Cooley KM, Yu PA, Mead PS. Antimicrobial treatment and prophylaxis of plague: recommendations for naturally acquired infections and bioterrorism response. MMWR Recomm Rep. 2021;70(3):1-27. doi:10.15585/mmwr.rr7003a1
4. Ansari I, Grier G, Byers M. Deliberate release: plague – a review. J Biosaf Biosecur. 2020;2(1):10-22. doi:10.1016/j.jobb.2020.02.001
8. Riedel S. Biological warfare and bioterrorism: a historical review. Bayl Univ Med Cent Proc. 2004;17(4):400-406. doi:10.1080/08998280.2004.11928002

Patofisiologi Pes (Plague)
Epidemiologi Pes (Plague)

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
    Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 06 Oktober 2026, 10:51
Kematian Peneliti di Rusia akibat Pneumonic Plague: Seberapa Besar Risiko Epidemi?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter,The BMJ pada tanggal 5 Oktober 2026 melaporkan kematian seorang peneliti laboratorium wanita berusia 28 tahun di sebuah institut riset dekat...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.