Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Pes (Plague) nurh-syadawani 2026-10-09T14:47:42+07:00 2026-10-09T14:47:42+07:00
Pes (Plague)
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Pes (Plague)

Oleh :
dr.Nurh Syada
Share To Social Media:

Prognosis wabah pes atau plague bergantung pada kecepatan pemberian terapi antimikroba. Pada kasus bubonic plague tanpa terapi Case Fatality Rate (CFR) dapat mencapai 30–60%, dan kasus pneumonic plague membawa prognosis yang sangat buruk (dubia ad malam) dengan angka mortalitas yang hampir mendekati 100%.[2,3,7]

Komplikasi

Komplikasi wabah pes umumnya bermanifestasi secara cepat dan masif, terutama apabila inisiasi terapi antibiotik mengalami penundaan. Penyebaran kuman Yersinia pestis secara hematogen dapat memicu perburukan fungsi multiorgan yang berujung fatal.

Syok Septik dan Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)

Bakteremia yang tidak terkontrol dapat berkembang dengan cepat menjadi syok septik refrakter dan koagulasi intravaskular diseminata (DIC). Manifestasi klinis DIC ditandai dengan terbentuknya mikrotrombosis ekstensif yang menyumbat aliran kapiler di area akral. Hambatan perfusi ini menyebabkan nekrosis iskemik akut (gangren) pada jaringan perifer ekstremitas.[6,7]

Respirasi dan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS)

Pasien dengan pneumonic plague memiliki risiko tinggi terhadap komplikasi pulmonal. Komplikasi akut yang sering terjadi meliputi efusi pleura purulen, edema paru masif, hingga perburukan progresif menjadi Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS). Kondisi kegagalan respirasi akut ini menuntut intervensi jalan napas invasif (intubasi endotrakeal) dan dukungan ventilasi mekanis secara darurat di unit perawatan intensif.[2,3,7]

Meningitis Pes (Plague Meningitis)

Meskipun insidensinya relatif jarang, komplikasi neurologis berupa meningitis pes dapat timbul ketika patogen berhasil menembus sawar darah otak (blood-brain barrier). Komplikasi meningitis ini lebih sering dijumpai sebagai perluasan dari pes bubo fokal yang terletak di area servikal atau aksila, komplikasi ini dapat dinilai dengan tanda rangsang meningeal.[6,7]

Prognosis

Pada kasus bubonic plague, prognosis umumnya cukup baik ( dubia ad bonam, ad vitam) apabila pasien segera mendapatkan penatalaksanaan antibiotik. Angka Case Fatality Rate (CFR) pada pes bubo yang tidak mendapatkan terapi dapat mencapai 30% hingga 60%. Namun, angka mortalitas ini dapat ditekan hingga di bawah 5% melalui pemberian regimen antibiotik lini pertama yang adekuat pada fase awal infeksi.[2,7]

Sebaliknya, kasus pneumonic plague membawa prognosis yang sangat buruk (dubia ad malam) dan diklasifikasikan sebagai kegawatdaruratan infeksi ekstrem. Tanpa adanya intervensi medis yang memadai, wabah pes memiliki angka mortalitas yang hampir mendekati 100%. Kelangsungan hidup pasien dengan wabah pes sangat bergantung pada pemberian terapi antibiotik intravena empiris dalam kurun waktu 24 jam pertama sejak awal munculnya gejala pernapasan maupun demam.[3,7]

Referensi

2. World Health Organization. Plague fact sheet. World Health Organization. Published 2023. Accessed October 8, 2026. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/plague
3. Nelson CA, Meaney-Delman D, Fleck-Derderian S, Cooley KM, Yu PA, Mead PS. Antimicrobial treatment and prophylaxis of plague: recommendations for naturally acquired infections and bioterrorism response. MMWR Recomm Rep. 2021;70(3):1-27. doi:10.15585/mmwr.rr7003a1
6. Barbieri R, Signoli M, Chevé D, et al. Yersinia pestis: the natural history of plague. Clin Microbiol Rev. 2021;34(1):e00044-19. doi:10.1128/CMR.00044-19
7. Yang R. Plague: recognition, treatment, and prevention. J Clin Microbiol. 2018;56(1):e01519-17. doi:10.1128/jcm.01519-17

Penatalaksanaan Pes (Plague)
Edukasi dan Promosi Kesehatan Pe...

Artikel Terkait

  • Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
    Tata Laksana Kritis Pes Pneumonia: Pembelajaran dari Kasus Laboratorium dan Panduan Antibiotika Terkini
Diskusi Terkait
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 06 Oktober 2026, 10:51
Kematian Peneliti di Rusia akibat Pneumonic Plague: Seberapa Besar Risiko Epidemi?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter,The BMJ pada tanggal 5 Oktober 2026 melaporkan kematian seorang peneliti laboratorium wanita berusia 28 tahun di sebuah institut riset dekat...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.