Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Gangguan Obsesif Kompulsif general_alomedika 2023-07-24T11:51:16+07:00 2023-07-24T11:51:16+07:00
Gangguan Obsesif Kompulsif
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Gangguan Obsesif Kompulsif

Oleh :
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Share To Social Media:

Penelitian menunjukkan bahwa etiologi gangguan obsesif kompulsif adalah gangguan neuropsikiatri yang disebabkan oleh disfungsi sirkuit tertentu di otak. Regio otak yang terlibat adalah girus cinguli anterior, korteks orbitofrontal, dan striatum. Disfungsi pada sirkuit cortico-striatal-thalamic-cortical (CSTC) yang menghubungkan regio-regio ini menyebabkan timbulnya pikiran-pikiran obsesif dan kegagalan untuk menghambat timbulnya kompulsi.[1,2,8]

Faktor Risiko

Faktor risiko genetik berperan dalam transmisi gangguan obsesif kompulsif dalam keluarga. Heritabilitas pada penelitian anak kembar menunjukkan angka 45-65%.[8]

Faktor risiko lainnya adalah riwayat kekerasan fisik dan seksual pada masa kanak-kanak, adanya peristiwa traumatik pada masa kanak-kanak, emosi negatif, dan inhibisi perilaku pada kanak-kanak. [2,7] Adanya ciri kepribadian anankastik (ditandai dengan preokupasi terhadap keteraturan dan kesempurnaan) juga menjadi faktor risiko signifikan gangguan ini.[3]

Referensi

1. Stein DJ, Costa DLC, Lochner C, et al. Obsessive-compulsive disorder. Nat Rev Dis Primers. 2019;5(1):52. Published 2019 Aug 1. doi:10.1038/s41572-019-0102-3
2. American Psychiatric Association. Diagnostic and statistical manual of mental disorders, fifth edition (DSM-5). American Psychiatric Association, 2013. https://doi.org/10.1176/appi.books.9780890425596
3. WHO. The ICD-10 Classification of Mental and Behavioural Disorders. Geneva: World Health Organization; 2007. https://www.who.int/classifications/icd/en/bluebook.pdf
8. Sarvet B. Childhood Obsessive-Compulsive Disorder. Pediatrics in Review 2013;34:12. https://pedsinreview.aappublications.org/content/pedsinreview/34/1/19.full-text.pdf

Patofisiologi Gangguan Obsesif K...
Epidemiologi Gangguan Obsesif Ko...
Diskusi Terbaru
dr.Bellatrix Bonisa Madarja
Dibalas 6 jam yang lalu
Dementia
Oleh: dr.Bellatrix Bonisa Madarja
2 Balasan
Seorang lelaki usia 60th datang diantar oleh anaknya dengan keluhan banyak lupa terutama kepemilikan harta keluarga namun nama nama anak pasien masih ingat,...
Anonymous
Dibalas kemarin, 14:25
Cikunguyah
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Sore dok izin diskusiSaya kedatangan pasien permepuan usia 36 thn mengeluhkan 3 minggu yang lalu sempat demam ± 3hari ( sekarang sdh tdk demam) di sertai...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 26 Agustus 2026, 14:12
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Infeksi Soil-Transmitted Helminth dan Protozoa
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter! Link daftar: https://www.alomedika.com/ecourse/infeksi-soil-transmitted-helminth-dan-protozoa-usus  Link LMS:...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.