Physician burnout merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada penurunan kualitas hidup dokter serta produktivitas layanan kesehatan. Kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari beban kerja yang ekstrem, tekanan emosional saat gagal menyelamatkan pasien, hingga beban administratif yang di luar kompetensi klinis utama dokter.
Selain itu, pesatnya perkembangan ilmu kedokteran menuntut dokter untuk terus belajar tanpa henti, yang sering kali memicu rasa kewalahan (overwhelmed).[1,2]
Sebuah studi di British Columbia melaporkan tingginya prevalensi kondisi ini: 80% dokter mengalami kelelahan derajat sedang hingga berat, 61% mengalami depersonalisasi, dan 44% merasa pencapaian pribadi mereka rendah.[3]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)